oleh

Dari 800 Sekolah di Sumenep, Hanya 53 yang Lolos Jadi Sekolah Penggerak

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Seleksi sekolah penggerak sudah final. Pada tahap 2, terdapat 122 sekolah di bawah binaan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang diajukan sebagai sekolah penggerak. Kini sudah mengerucut menjadi 53.

Plt Kepala Disdik Sumenep Muhamad Iksan mengutarakan, pemerintah pusat mengapresiasi bahkan menunjuk Sumenep sebagai satu-satunya menjadi pilot project sekolah bergerak di Madura. Dengan beberapa sampel sistem sekolah yang dinilai inovatif. Namun hanya beberapa sekolah saja yang memenuhi persyaratan.

Sekolah yang memenuhi persyaratan itu sudah dinyatakan final menjadi pelopor sekolah penggerak. Setelahnya akan banyak kegiatan dan pekerjaan yang menunggu dan harus dikerjakan.

Kegiatan yang dimaksud menurut Iksan, harus diberikan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan yang lebih intens, sehingga program sekolah penggerak yang substansinya mengkolaborasikan pendidikan pesantren dan umum itu bisa terlaksana dengan baik.

“Setelah penetapan sebagai pelaksana program sekolah penggerak tentu dibekali materi program melalui workshop program sekolah penggerak,” kata Iksan (2/5/2021).

Puncaknya setelah sosialisasi masif dilakukan, barometer keberhasilannya, sekolah-sekolah lain juga mampu mencontoh bahkan mengkampanyekan program sekolah penggerak tersebut. Setelah materi diberikan, sekolah tersebut wajib meneruskan ke sekolah lain.

Alasan dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan sekolah penggerak, lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak perhitungan dalam menganggarkan untuk pengembangan pendidikan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Pria yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu menyebut, dari 800 sekolah, baik swasta maupun negeri yang diajukan, ternyata hanya 122 sekolah yang dinyatakan masuk tahap II, finalnya hanya 53 sekolah yang lolos sebagai sekolah penggerak.

Dari jumlah tersebut, menurutnya merata antara negeri dan swasta. Bahkan ada sekolah luar biasa (SLB). Rinciannya, 8 TK, 29 sekolah dasar (SD), dan 18 SMP yang lolos seleksi sebagai pelaksana program sekolah penggerak.

“Harapan pemerintah dalam pelaksanaan program sekolah penggerak ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa dan meningkatnya mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (ara/waw)

PERJALANAN SELEKSI SEKOLAH PENGGERAK

Tahap I – 800 sekolah negeri/swasta diajukan

Tahap II – Terseleksi menjadi 122 sekolah

Tahap final – 53 sekolah lolos sebagai sekolah penggerak (8 TK, 29 SD dan 18 SMP

Komentar

News Feed