oleh

Dari Penghasilan Rp200 Ribu, Kini Penjual Bakso “Cimotz” Raup  Rp4 Juta per Hari

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Banyak cara dalam mengais rezeki. Salah satunya yaitu dengan berjualan bakso. Seperti yang dilakukan Solehan (32), pedagang bakso yang ada di Kabupaten Sampang. Dia mengatakan, jualan bakso dilakukan dari tahun 2007, namun pada saat itu masih bekerja dengan orang lain. Dirinya hanya penyetor hasil jualan setiap hari kepada pemilik usaha bakso.

Tidak hanya itu, cara jualannya yaitu dengan keliling ke rumah-rumah warga.  Dengan cara semacam itu tersebut, dia memperoleh pendapatan kurang lebih setiap hari hanya Rp200-300 ribu. Adapun upah yang diberikan kepadanya hanya Rp80-100 ribu. Jadi, upah itu hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja. “Saya itu dari tahun 2007 jualan bakso, tapi saat itu kerja ke orang lain. Upahnya kadang Rp80 kadang lebih, tergantung hasil jualan,” tuturnya, Kamis (18/2/2021).

“Saya itu dari tahun 2007 jualan bakso, tapi saat itu kerja ke orang lain, upahnya kadang Rp80 ribu kadang lebih, tergantung hasil jualan,” tuturnya, Kamis (18/2/2021).

Seiring berjalannya waktu, Solehah mulai membuka usaha bakso secara mandiri.  Berangkat dari pengalaman dan kemauan yang kuat, dia beranjak dari seorang karyawan menjadi pedagang. Berkat ketekunan dan inovasinya, dia mampu mempunyai penghasilan Rp5 juta  per hari.

Pada tahun 2020 kemarin, karena Covid-19 pendapatannya menurun, sehingga setiap harinya Rp4 juta. “Kemarin menurun, tetapi saat ini sudah normal. Pendapatan kotornya setiap hari itu Rp4-5 juta. Dan kami juga sudah beli rumah,” imbuhnya.

Warung makan bakso miliknya tersebut diberi nama Cimotz. Letaknya ada di area Taman Bunga (TB). Tempatnya pun lesehan, namun tidak mengurangi minat para pecinta bakso untuk makan di tempatnya. Sehingga tempatnya tersebut bisa dikatakan  selalu ramai oleh pembeli. Dia menambahkan, untuk menyediakan tempat yang lebih layak, masih belum mampu.

Dia menceritakan bahwa dirinya merupakan warga asli Kabupaten Malang yang menetap di Sampang, karena kebetulan istrinya orang Desa Tadden, Kecamatan Camplong. Sebab tidak ada kerjaan lain untuk mencari penghasilan akhirnya jualan bakso.

“Bakso saya ini banyak varian rasa, alhamdulillah banyak yang menyukainya. Yang paling ramai itu saat siang hari,” pungkasnya. (mal/maf)

Komentar

News Feed