oleh

Dari Tanah Garam Ingin ke Senayan

Kabarmadura.id-Fandi Achmad merupakan salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPR RI yang sudah pasti berebut suara untuk memuluskan langkahnya ke Senayan. Pria dengan latar belakang pengusaha itu pun mengemban misi besar untuk membangun Madura ke arah yang lebih baik.

ABDUL WAHED,  SAMPANG

Dilahirkan sebagai anak seorang petani, Fandi Achmad sejak kecil punya impian besar untuk keluar dari ‘zona pahit’, dia kemudian hijrah dari kota kelahirannya ke Surabaya untuk mengadu nasib. Di Kota Metropolis itu dia menyandarkan harapannya.

Dihadapkan pada kota yang pelik, Fandi Achmad memilih menekuni usaha pribadinya sembari menempuh pindidikan tingkat SMA. Dari tangan dinginnya, dia sukses memoles bisnisnya dari tahun ke tahun.

Kiprahnya di dunia usaha juga mulai tampak tatkala ia kembali ke tanah kelahiranya, Sampang. Di kota Bahari itu, dia melirik garam sebagai peluang usaha. Keputusanya pun tepat, dia kemudian banyak melakukan interaksi dengan petani garam untuk sekedar coba-coba menjadi pemasok garam industri. Alih-alih bernasib buntung, Fandi justru meraup untung.

“Semula coba-coba menjadi pemasok garam ke salah satu perusahaan swasta. Tapi di situ kemudian saya bertambah yakin bahwa ini adalah peluang usaha,” kata Fandi kepada Kabar Madura.

Pebisnis jempolan itu lantas dikenal sebagai ‘putra Garam’. Maklum saja, karena namanya dibesarkan atas bisnis garam yang ditekuni. Bahkan usaha yang dijalankan juga merambah bisnis travel haji dan umrah.

Berangkat dari harapanya yang besar, dia lantas memutuskan diri untuk terjun di dunia politik sejak tahun 2009. Dari tahun itu setidaknya dia pernah meniti di tiga partai berbeda. Terakhir dia memilih Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai jalan juang.

“Nah, di tahun 2019 ini, saya putuskan untuk maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Madura dari PAN,” tuturnya.

Kepada Kabar Madura, dia lantas menyampaikan salah satu alasan yang membuatnya harus terjun sebagai caleg. Alasan dimaksud adalah kesejahteraan Madura, sebab ia berpandangan, potensi yang berada di pulai garam ini tidak sepenuhnya mensejahterakan bagi warganya.

Menurut pria yang kini berusia 35 tahun itu, harapan merengkuh kursi di Senayan adalah salah satu cara untuk berijtihad dan berjuang, sebab diakuinya, menjadi seorang anggota DPR memiliki kesempatan untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan-kebijakan.

“Berjuang untuk masyarakat banyak caranya, dan salah satu yang memungkinkan adalah berjuang melalui pembentukan kebijakan yang menjadi harapan masyarakat,” tuturnya.

Di samping itu, kata Fandi, dirinya telah bertekad untuk ‘menghibahkan’ diri guna memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Atas hal itu dirinya berharap dukungan dari semua warga Madura untuk ikut serta mengantarkan ke kursi senayan. (awe/sam/waw)

Komentar

News Feed