Darurat, Legislator Pamekasan Tuntut Percepat Libatkan RS Swasta Tangani Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MIRIS: Banyak pasien tidak tertangani, Pemkab Pamekasan diminta segera libatkan RS swasta buka ruang isolasi pasien Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Penuhnya semua ruang isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan di Pamekasan, memiliki dampak beruntun terhadap masalah lainnya, utamanya pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19 maupun penyakit lainnya.

Menurut Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Muksin, dirinya telah menerima banyak laporan dari warga. Bahkan laporan mengenai beberapa pasien sampai meninggal dunia karena tidak kunjung mendapat perawatan intensif.

“Setidaknya harus ada gerak cepat dari Pemkab Pamekasan. Sesegera mungkin harus memberikan pelayanan maksimal. Karena ini kondisinya sudah genting,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Dia menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam hal ini Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan kurang cepat bertindak. Salah satu kasus yang membuatnya miris, adalah adanya seorang warga terinfeksi Covid-19 yang akan bersalin, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit di Sampang untuk bisa menerima perawatan.

Menurutnya, sudah saatnya rumah sakit swasta juga dilibatkan dalam penanganan wabah Covid-19 dengan juga membuka ruang isolasi. Sebab selama ini pihaknya melihat belum ada kerja sama yang jelas antara Pemkab Pamekasan dengan rumah sakit swasta dalam hal penanganan wabah Covid-19. Muksin menilai, ada beberapa rumah sakit swasta yang layak membuka ruang isolasi dan memberikan perawatan pasien terhadap pasien Covid-19.

Sejauh pantauannya, Pamekasan termasuk yang paling lemah dalam penanganan wabah Covid-19 di Madura. Bahkan menurutnya, saat ini Pamekasan tengah menjadi sorotan publik karena belum bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap pasien Covid-19.

“Saya akui ada kelemahan di sisi penyediaan tempat. Ini segera diatasi,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengungkapkan, 88 tempat tidur khusus pasien Covid-19 telah penuh. Bahkan 17 orang pasien saat ini sedang antri di bawah tenda darurat yang didirikan di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD).

“Penuh semua. Antrean di bawah tenda masih tersisa 17 orang,” ungkapnya. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *