Data ASN Meninggal Belum Diupdate

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH : ASN yang meninggal masih belum tercover penuh di Dispendukcapil Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Tidak semua data kematian dapat diupdate di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep. Sebab, setiap ada kematian masyarakat tidak langsung mengajukan kepada instansi terkait. Termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN)

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep, Sahwan Efendi mengutarakan, setiap ada kematian masyarakat tidak cepat melaporkan. Sehingga, data kematian tidak tercover penuh.

Bacaan Lainnya

“Kami mengetahui data ketika sudah ada laporan,” katanya, Rabu (11/08/2021)

Dikatakan, saat ini ASN yang meninggal tercatat ada 2 orang. Tetapi, masih banyak ASN yang belum diupdate di Dispendukcapil, apalagi meninggal karena Covid-19 itu sulit didata, sebab hal tersebut merupakan kewenangan dari satgas Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan Dispendukcapil Sumenep, Imam Subakti menyatakan,ASN yang meninggal karena Covid-19 atau yang bukan karena Covid-19 masih belum diketahui. Sebab, semuanya butuh proses, termasuk harus ada pengajuan terlebih dahulu.

“Masyarakat enggan mengurus akta kematian. ketika ada yang meninggal, masyarakat tidak langsung mengurus akta kematian, dengan alasan masih stres atau sibuk mengurus biaya keluarga yang sudah meninggal,” ujarnya.

Menurutnya, khusus data ASN yang meninggal masih belum ada data pasti. Dia beralasan masih akan melakukan perekapan. Tetapi, sejak tahun 2021, ada sekitar 5 orang lebih.

“Setidaknya pada saat ada yang meninggal wajib segera melaporkan untuk dibuatkan akta kematian serta di dalam kartu keluarga (KK) akan dihapus,”ucap dia.

Dia menjelaskan, berdasarkan data Dispendukcapil Sumenep, tahun 2020 Kematian sebanyak 1.297 orang, kemudian yang meninggal tahun sebelumnya yang dilaporkan serta masuk akta kematian tahun 2020 sebanyak 8.499.

Untuk Januari pada tahun 2021 Januari- Agustus sebanyak 606 orang, dan yang diurus tahun 2021 kematian tahun sebelumnya, selama tahun 2021 menerbitkan 996. (imd/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *