Data Belum Final, Realisasi Bantuan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19 di Bangkalan Belum Tersalurkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) BELUM RAMPUNG: Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta usai melakukan koordinasi pendataan anak yatim dan piatu akibat Covid-19.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk membantu anak yatim dan piatu yang ditinggal oleh orang tuanya akibat Covid-19 masih belum bisa terlaksana. Sebab, dari pendataan 709 anak yatim piatu belum diketahui berapa yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Wibagio Suharta mengakui, pendataan yang awalnya ditargetkan selesai awal bulan September lalu. Namun hingga kini belum diketahui total anak yang menerima bantuan tersebut.

“Kami terkendala sinkronisasi di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial– Next Generation (SIKS-NG). Selama ini pusat data dan informasi (pusdatin) tidak mau menghapus data DTKS, bagi desa yang tidak melakukan update,” ungkapnya, Minggu (10/10/2021).

Lanjut dia, aplikasi SIKS-NG ini belum menjadi pusat data dari semua penerima bansos. Mulai dari penerima keluarga harapan (PKH), sebab bantuan tersebut punya aplikasi sendiri. Begitu pula dengan disabilitas yang juga mempunyai aplikasi sendiri. Sedangkan, data anak yatim dan piatu yang dia pegang saat ini ada yang tercantum di PKH maupun bantuan lainnya. 

“Aplikasi SIKS-NG yang belum bisa sinergi dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Artinya seharusnya namanya aplikasi yang menggunakan IT, cukup memasukkan satu nama yang ada di komponen kartu keluarga (KK),” tuturnya.

Terlebih, kata Wibagio, aplikasi SIKS-NG yang ada di kabupaten sering berubah-ubah. Hal tersebut menyulitkan kabupaten tidak bisa memasukkan data keluarga penerima manfaat (KPM) yang memang benar-benar layak. 

“Aplikasi cek data DTKS dan bansos yang berubah-ubah, yang sebelumnya sempat sangat mudah untuk mengeceknya,” paparnya.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron sebelumnya berjanji akan memberikan bantuan terhadap anak yatim dan piatu di Bangkalan akibat orang tuanya meninggal Covid-19. Setelah terdata, selanjutkan akan ditentukan jaminan sosialnya. Apabila mereka masih sekolah akan diberikan jaminan pendidikan dan tetap sekolah. Selain itu, mereka harus punya jaminan kesehatan dan jaminan hidup.

“Setidaknya harus ada tiga jaminan untuk mereka, yaitu jaminan hidup, pendidikan dan kesehatan. Pemerintah bertanggungjawab untuk jaminan-jaminan itu,” pungkasnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *