Data Kependudukan Tidak Valid, 3 Ribu Penerima BPNT Dicabut

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) CARUT MARUT: Akibat data kependudukan di Sampang yang masih perlu perbaikan, banyak penerima BPNT dicabut.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Selama dua bulan terakhir, terhitung dari bulan Mei – Juli 2020, Dinas Sosial (Dinsos) Sampang mencatat, terdapat 3.700 lebih penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dicabut sebagai penerima manfaat. Carut marutnya data jadi penyebab hal itu terjadi.

Kepala Bidang(Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Sosial Dinsos Sampang M. Nasrun mengatakan, jumlah penerima program BPNT awalnya sebanyak 108.510, tapi kini berkurang sekitar 3.700 lebih orang, akibat data kependudukan yang tidak valid, sehingga jumlahpenerima program BPNT tinggal sekitar 104 ribu.

Bacaan Lainnya

“Pada bulan Mei kemarin hilang 89 orang penerima dan bulan Juni hilang sebanyak 3.670 penerima. Meraka semua hilang dari data bayar atau dicabut sebagai penerima, sementara kartunya sudah terlanjur dipegang oleh  masyarakat yang bersangkutan. Hal ini yang biasa disebut saldo nol oleh sebagian masyarakat,” ujar Nasrun, Minggu (5/7/2020).

Warga yang sudah terlanjur dicabut sebagai penerima BPNT itu, sejatinya masih bisa dimasukkan kembali sebagai penerima. Namun dengan catatan, harus memperbaharui KTP lama ke e-KTP dan KK online, setelah itu data terbaru disetor ke Dinsos untuk diinput kembali ke DTKS, agar tetap bisa menjadi penerima program BPNT tersebut.

Akibat data kependudukan yang belum valid,lanjut Nasrus, penerima program BPNT berkurang terussetiap bulan. Saat ini pihaknya sedang mengupayakan mengembalikan penerima BPNT yang dicabut itu.

Sementara itu, Anggota komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fatoni berharap, warga yang memang berhak menerima bansos itu wajib diperjuangkan.

“Kalau kami hanya menyarankan, dalam proses perbaikan data ini harus dilakukan secara profesional dan betul-betul memperjuangkan nasib orang kurang mampu, agar bisa dicover bansos ini, semua warga kurang mampu wajib hukumnya dibantu oleh pemerintah, maka jangan sampai tidak terdata,” singkat pria yang akrab disapa Bung Fafan itu. (sub/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *