oleh

Data Penerima BLT-DD Tidak Tepat Sasaran, Pemuda Desak Camat Lakukan Monitoring

Kabarmadura.id – Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Gapura mendatangi kantor Kecamatan Gapura, Sumenep, Rabu (5/6/2020) siang. Mereka menemui Camat dan beberapa perangkat lainnya untuk dimintai keterangan terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang diduga tidak tepat sasaran.

“Kedatangan kami tentu berangkat dari keresahan mendalam yang dirasakan masyarakat. Sebab, sampai saat ini BLT-DD belum ada tindak lanjutnya,” ucap juru bicara pemuda Gapura Nuvil, saat memberi pengantar di hadapan Camat dan Sekcam.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI bidang Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, dengan nomor surat 12/PRI.00/IV/2020 pada tanggal 27 April 2020, tambah Nuvil, pihak kecamatan memiliki kewenangan untuk monitoring dan evaluasi di setiap desa selaku pelaksana pendataan dan penyaluran bantuan dimaksud.

“Maka atas dasar itulah kemudian kami mempertanyakan kepada pihak kecamatan tahapan monitoring seperti apa yang dilakukan, sehingga tidak bisa menemukan fakta bahwa masih banyak yang tidak tepat sasaran. Bahkan, sampai hari ini belum ada kejelasan terkait penyaluran BLT-DD itu kapan akan dilaksanakan. Dalam hal ini pihak kecamatan memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan berupa tanda tangan Bapak Camat di setiap data yang disetorkan oleh desa. Atas dasar itulah, semestinya bisa memastikan keabsahan datanya,” tambah Ibnu Abbas dari Aliansi Pemuda Gapura.

Sementara itu, Camat Gapura Abd Kahir menanggapi, beberapa desa sudah menyetorkan kepadanya data penerima bantuan. Bahkan, dari pihak kecamatan juga mengeluarkan surat perjanjian dengan kepala desa bahwa data yang dibuat oleh pemerintah desa sudah benar-benar tepat sasaran.

“Dan mungkin ini hanya ada di kecamatan Gapura, tidak ada di kecamatan lain. Sehingga data yang kami terima akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Namun demikian, Saiful Muiz dari Aliansi Pemuda Gapura menambahkan, fakta yang ada di lapangan, justru ditemukan ada banyak yang tidak tepat sasaran, bahkan mirisnya ada yang dobel (penerima BLT dan program bantuan lainnya). Sehingga ia mempertanyakan keabsahan dari data yang katanya sudah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya itu.

Sebagai langkah apresiatif, pihak kecamatan memanggil seluruh kepala desa se-Kecamatan Gapura untuk dimintai keterangan terkait data penerima BLT-DD. Di waktu yang bersamaan beberapa kepala desa langsung mendatangi kantor kecamatan untuk memenuhi panggilan Camat.

Terjadilah diskusi interaktif antara pihak kecamatan dan kepala desa se-Kecamatan Gapura dengan Aliansi Pemuda Gapura ini, dengan menyepakati sebuah konsesus bahwa kepala desa akan membuka pintu bagi siapa saja untuk mengawal proses pendataan dan penyaluran BLT-DD. (imd/nam)

Komentar

News Feed