oleh

Data Sasaran Vaksinasi TIdak Sebanding dengan Distribusi Vaksin

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua  di Kabupaten Sumenep mulai direncanakan hari Kamis (25/2/2021.  Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendistribusikan sebanyak 17.600 vaksin untuk kabupaten yang berjuluk Kota Keris itu. Sementara itu, data sasaran yang akan divaksin sebanyak 4 ribu orang.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Kusmawati mengatakan, data yang akan divaksin sebanyak 4 ribu orang. Pihaknya masih menunggu, sebab data bisa muncul seketika dari pemerintah pusat. “Yang penting vaksin tahap II berjalan. Mengenai sasaran, sambil lalu menunggu data susulan,” katanya, Rabu, (24/2/2021).

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Tentunya, penjagaan akan diperketat dan vaksinator diarahkan untuk melayani masyarakat dengan pelayanan yang prima. “Sambil lalu berjalannya waktu, sasaran vaksin insya Allah akan terus bertambah,” ujarnya.

Diketahui, aturan pelaksanaan tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Dia mengutarakan, sasarannya mencakup petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun. “Vaksin tahap kedua akan dilakukan untuk melindungi dari bahaya berbagai penyakit, salah satunya Covid-19,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono mengakui, vaksin saat ini sudah dikirim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) ke Dinkes Sumenep. “Jumlah vaksin yang diterima sebanyak  1.760 vial, dan 1 vial itu untuk 10 dosis. Jadi pengiriman tahap kedua ini adalah untuk 17.600 sasaran,” paparnya.

Agus menambahkan, jumlah vaksinator pada tahap pertama sebanyak 153 vaksinator. Untuk tahap kedua masih belum diketahui, tentunya ada penambahan dari yang sebelumnya. “Menunggu saja, semuanya masih belum valid,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota komisi IV DPRD Sumenep, M. Syukri menyayangkan kinerja Dinkes  yang seakan tidak serius dan terbuka  pada publik. Padahal, pelaksanaan vaksinasi butuh kevalidan data penerima dan jadwal pelaksanaan. “Juknisnya harus jelas serta penetapan waktu harus terbuka,” tegasnya.

Dia menambahkan, seharusnya sebelum vaksin datang, data dan jadwal harus selesai terlebih dahulu. Sehingga, ketika  vaksin datang langsung diproses seperti tahap pertama. “Dinkes  sebagai leading sector harus seriuslah, ini ada hal yang perlu dibenahi,” pungkasnya. (imd/maf)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed