oleh

Data tidak Lengkap, Bantuan untuk Guru Sukwan Terancam Hangus

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Guru dengan status sukarelawan (sukwan) sebanyak 6.213 dipastikan gigit jari. Karena bantuan berupa  tunjangan transportasi maupun honorarium dengan nilai total Rp7,5 miliar lebih terancam hangus.

Namun dari jumlah 6.213 guru sukwan tersebut, sebagaimana disampaikan Kasubbag Tugas Pembantuan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Tri Fathanah, ada sebagian yang belum direkomendasikan lantaran beberapa alasan. Sehingga sampai akhir bulan ini bantuan tersebut kemungkinan hangus.

Tri menyampaikan, beberapa alasan tunjangan untuk guru sukwan itu terancam hangus, diantaranya karena data administrasi guru kurang valid, atau persoalan data yang harus diselesaikan.

“Ada sekitar 80 orang rekom pencairannya ada di saya. Macam-macam, ada yang karena ijasahnya belum valid dengan identitas lainya,” katany, Rabu (17/2/2021).

Diakui, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan, agar persyaratannya segera dituntantaskan. Disdik tetap menunggu sampai akhir bulan ini, jika data-data yang berupa prosal pengajuan masuk tidak kunjung selesai persoalannya, maka bantuan tersebut akan kembali lagi ke kas daerah (kasda).

“Rata-rata datanya ini adalah guru-guru swasta, kalau negeri aman semua,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, anggaran untuk bantuan tersebut lebih sedikit dari sebelumnya. Sebab pada tahun 2019 disediakan untuk 7.600 guru sukwan yang bertugas di sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, baik negeri maupun swasta.

Dari total anggaran tersebut, realisasinya dibagi menjadi dua bagian, dana sebesar Rp900.000 diberikan kepada 4.000 sukwan untuk bantuan biaya transportasi. Sedangkan jumlah nominal lebih besar, yaitu Rp1.800.000, diberikan kepada 2.213 guru berstatus nonsertifikasi dalam bentuk honorarium.

Bantuan tersebut, diberikan sekali dalam setahun. Biasanya terealisasi jelang akhir tahun, dan penerima bantuan itu tidak boleh menerima ganda. Jika sudah mendapatkan uang transportasi, tidak akan memperoleh honor. Dengan rincian sekitar Rp150 ribu per bulan.

“Saat ini uang suda masuk ke rekening masing-masing tinggal mengurus saja,” pungkasnya. (ara/ong)

 

Komentar

News Feed