Data Tidak Valid, Dispertan Sampang Sisir Petani

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) Plt Kepala Dispertan Sampang Suyono

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang terus melakukan pendataan terhadap petani di semua kecamatan. Sebab ditargetkan tahun depan semua petani harus valid terdata secara keseluruhan.

Pendataan diperketat menyusul banyaknya data petani yang baru terdeteksi. Sehingga, Dispertan terus melakukan penyisiran ke sejumlah kecamatan dan desa melakukan pendataan petani baru.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya,  sedikitnya, terdapat sebanyak 36.653 petani baru terdata. Mereka tersebar di semua kecamatan di Sampang. Praktis selama ini, para petani tersebut belum menerima bantuan.

Sebelumnya, petani yang terdata di Dispertan sebanyak 124.490 orang. Setelah ada penambahan, data petani di Kab. Sampang bertambah menjadi 161.143. Terdapat penambahan data baru sebanyak 36.653. Ditargetkan semua petani tahun 2021 sudah mendapatkan kartu tani secara keseluruhan.

Pelaksana tugas (Plt) Dispertan Sampang Suyono, meyakini jika data terbaru petani itu belum valid. Dia khawatir masih ada petani yang belum terdata.

“Saya masih yakin ada petani yang belum terdata,” katanya.

Dalam penyisiran data tambahan pihaknya mengaku melibatkan berbagai elemen terkait. Mulai dari penyuluh di semua kecamatan, pendamping, dan mitra dispertan. Termasuk dibantu TNI dan anggota DPRD Sampang.

“Kami menduga sebelumnya sudah mengantongi data petani. Tapi itu kurang valid. Setelah kita lakukan pendataan ulang ternyata puluhan ribu petani belum tercover,” ungkapnya.

Dikatakan Suyono, Tim Dispertan Sampang juga bergerak membantu pendataan. Ditargetkan tahun depan semua petani bisa mendapatkan kartu tani. Sehingga distribusi pupuk bersubsidi bisa terealisasi secara merata.

Ditanya soal teknis pendataan? Suyono mengaku pendataan dilakukan secara detail. Jika dalam satu kartu keluarga (KK) ada dua petani maka hanya dihitung satu petani. Sebaliknya, jika ada satu rumah ada dua KK dan sama-sama petani maka akan dihitung dua.

Pihaknya berharap, petani yang belum terdata pada pendataan terakhir, agar melaporkan diri. Baik melalui kelompok atau langsung ke dinasnya. Sebab, direncanakan tahun 2021 sudah akan diberlakukan secara total kartu tani.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang, Shohebus Sulton mengatakan, pendataan terhadap petani sebaiknya terus dilakukan. Sehingga data lebih valid untuk arsip dari Dispertan. ” Kami juga berharap kartu tani dan aktivasinya segera selesai. Sehingga bisa digunakan oleh petani,” ucapnya. (man/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *