oleh

Datangi Kementan, Komisi B Jatim Pastikan Stok Pupuk Aman

Kabarmadura.id-Pemangkasan kuota 50 persen pupuk bersubsidi untuk petani di Jawa Timur, mendapat perhatian khusus Komisi B DPRD Jatim. Bahkan, secara khusus Komisi B mendatangi Kementerian Pertanian (Kementan), untuk meminta jatah pupuk subsidi di Jatim tidak dipangkas.
Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa menyampaikan, jika dibiarkan terjadi, pemangkasan pupuk subsidi tidak hanya akan berdampak pada petani di Jawa Timur. Akan tetapi, pemangkasan pupuk juga akan berpengaruh pada pemenuhan pangan secara nasional.
Terlebih lanjut Aliyadi, luas jutaan hektare lahan pertanian di Jawa Timur menjadi salah satu penopang utama swasembada pangan secara nasional. Oleh karenanya, pemangkasan pupuk subsidi akan mengancam produksi pangan di Jawa Timur.
“Jawa Timur bagian dari penopang pangan nasional, jadi tidak main-main, jika produksi pangan anjlok, dampaknya juga nasional,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Rabu (12/2/2020).
Dilanjutkan Aliyadi, pasca pertemuan dengan Kementan di Jakarta, Selasa (11/2/2020) kemarin, dirinya meminta agar para petani di Jatim tidak resah. Sebab, pihak kementerian sepakat untuk mengembalikan jatah pupuk bersubsidi di Jatim pada kuota semula.
Di sisi lain lanjut politisi asal Madura itu, persoalan pupuk juga menjadi atensi Pemprov Jatim. Itu dibuktikan dengan kesigapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menyurati Kementan, terkait pengurangan pupuk subsidi hingga 50 persen pada 20 Januari 2020 lalu.
“Intinya kami meminta agar jangan sampai terjadi kelangkaan pupuk di lapangan, minimal jatah pupuk Subsidi di Jatim tidak berkurang dari jatah pada 2019 lalu,” tukasnya.
Lebih lanjut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengungkapkan, munculnya pemangkasan 50 persen jatah pupuk bersubsidi untuk Jatim melalui lampiran Permentan No 01/2020, disebabkan adanya keterlambatan entry data dari Pemprov Jatim.
Namun pasca pertemuan Komisi B Jatim dengan Kementan yang diwakili oleh Direktur Urusan Pupuk Ir Rahmanto, pemangkasan 50 persen pupuk itu dipastikan tidak akan terjadi. Pihak Kementan menyatakan kesiapan untuk melakukan revisi lampiran Permentan No 01/2020.
“Petani di Jawa Timur tidak perlu khawatir, hasil pertemuan Komisi B kemarin membuahkan hasil maksimal. Stok pupuk dipastikan aman untuk musim tanam 2020,” tegasnya.
Untuk diketahui, melalui Permentan No 01/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi, Kementan melakukan pemangkasan alokasi pupuk subsidi untuk Provinsi Jawa Timur hingga 50 persen dari alokasi pupuk subsidi tahun 2019.
Berdasarkan data yang dihimpun Kabar Madura, alokasi pupuk bersubsidi di Jatim tahun 2020 berdasar lampiran Permentan No 01/2020 sebesar 1.349.584 ton, jumlah mengalami pengurangan signifikan dari alokasi 2019 sebesar 2.786.284 ton.
Rinciannya, pupuk urea dialokasikan 553.546 ton berkurang dari jatah 1.066.044 ton pada 2019. Kemudian, pupuk NPK Phonska dijatah 437.809 ton dari jatah 590.710 ton pada 2019. Pupuk ZA 186.756 ton dari jatah 480.250 ton di 2019.
Pupuk organik berkurang menjadi 105.350 ton dari jatah 506.400 ton pada 2019. Kemudian, pupuk SP-36 menjadi 66.123 ton dari jatah tahun 2019 sebesar 142.880 ton.
Namun pasca pertemuan antara Komisi B DPRD Jatim dengan Kementerian Pertanian, pemangkasan alokasi pupuk subsidi untuk lahan pertanian di Jawa Timur, dipastikan tidak akan terjadi. (pin/waw)

Komentar

News Feed