oleh

Daur Ulang Sampah jadi Barang Mahal, DLH Pamekasan Apresiasi Warga Sentol

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan mengapresiasi warga Desa Sentol Kecamatan Pademawu yang telah berhasil melakukan proses recycle atau daur ulang sampah menjadi bahan berguna. Proses daur ulang itu telah lama dilakukan oleh Burasno.

Burasno mendaur ulang sampah ban bekas menjadi sebuah kerajinan yang bernilai rupiah. Tumpukan ban bekas itu disulapnya menjadi berbagai jenis kerajinan mulai dari bak sampah, kursi hingga sandal. Harganya pun variatif mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Burasno mengaku mendapat banyak keuntungan dari karyanya itu. Selain keuntungan materi karena mampu mengundang rupiah, dia juga berhasil membuat lingkungannya bersih dari tumpukan sampah ban bekas.

Tidak hanya itu, Burasno memiliki tiga orang pekerja. Dia mewariskan ilmu kreatifnya kepada mereka, agar mereka bisa menjaga kebersihan dan keasrian lingkungannya dari sampah. Kini, karyawannya itu telah membuka usaha yang sama di tempatnya masing-masing.

“Usaha ini memang tidak mudah dimiliki banyak orang, karena memerlukan kreativitas dan tidak semua orang bisa,” ucapnya.

Tim Satgas Kebersihan DLH Pamekasan, Jauhari menuturkan, pihaknya mengapresiasi langkah Burasno yang telah berpartisipasi membuat wajah Kabupaten Pamekasan bersih tanpa sampah. Selain itu, sampah-sampah yang biasanya hanya menjadi penghalang mata dapat menjadi sebuah barang bernilai jual.

Pihaknya merasa terbantu dengan kreativitas Burasno. Sebab, sampah-sampah yang kerap berjejer berantakan di pinggir jalan dan seharusnya menyulitkannya karena harus dibuang, justru dikumpulkan kemudian dijadikan barang bernilai rupiah.

DLH juga berharap, Burasno dapat menginspirasi warga lain di Pamekasan untuk terlibat aktif dalam membersihkan lingkungan, terlebih lagi jika bisa menyulap sampah menjadi sebuah kerajinan yang bernilai mahal.

Pihaknya mengaku, akan ikut membantu Burasno memberikan dukungan terhadap usahanya. Bahkan ingin usahanya semakin besar dan berkembang hingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga-warga yang lain.

Lebih lanjut, Jauhari menjelaskan, pihaknya telah membangun beberapa TPS3R pada akhir tahun 2020 lalu. Saat ini, beberapa TPS3R tersebut sedang digerakkan untuk terus berkembang menjadi tempat pengelolaan sampah.

“Nanti kita bisa bantu mencarikan koneksi, saat ada pengadaan bak sampah atau kursi dari bahan ban bekas. Intinya, ini hal positif. Kami berharap warga yang lain bisa menirunya,” terangnya. (ali/mam)

 

 

 

Komentar

News Feed