Daya Jual Batik Merosot, Fraksi PKB DPRD Pamekasan Usulkan Pengrajin Dapat Bantuan Khusus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MEROSOT: Fraksi PKB meminta Pemerintah Kabupaten memasukkan pengusaha batik pada klaster penerima bantuan JPS.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Akibat wabah Covid-19, pendapatan masyarakat mengalami penurunan drastis, tidak terkecuali bagi para pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan. Oleh sebab itu, Fraksi PKB DRPD Pamekasan, mengusulkan agar pengrajin batik mendapatkan bantuan khusus.

Berdasarkan pengakuan salah seorang pengrajin batik asal Dusun Banyumas, Desa Kelampar, Kecamatan Proppo Pamekasan, Faisol Amrullah, para pengrajin batik di daerahnya sedang berada pada titik terbawah, dimana batik sudah tidak lagi mampu menghidupi warga Desa Klampar.

Bacaan Lainnya

Padahal menurutnya, Dusun Banyumas, Desa Kelampar sedari dulu menjadi icon Batik di Kabupaten Pamekasan. Sementara, kini warganya mengalami kesulitan yang cukup berat. Dia menjelaskan, kondisi daya jual batik yang anjlok bukan hanya karena adanya wabah Covid-19, beberapa tahun terakhir daya jual batik di Kabupaten Pamekasan memang sedang berada dalam situasi sulit, ditambah lagi datangnya bencana wabah Covid-19.

“Wabah Covid-19 telah merubah pendapatan para pengrajin dan penjualan batik, bahkan diberlakukannya PSBB di sejumlah daerah membuat pergerakan batik menjadi tersandera, apalagi perhatian pemerintah kabupaten terhadap para pengrajin batik memang rendah,” ulasnya, Minggu (17/5/2020).

Dia menjelaskan, sebelumnya seluruh aparatur sipil negara (ASN) wajib mengenakan batik khas yang dibuat dan diproduksi oleh warga Pamekasan. Hal itu baginya sangat membantu perekonomian para pengrajin batik. Dia berharap di kepemerintahan saat ini ada kebijakan semacam itu. Sebab menurutnya, ASN di Kabupaten Pamekasan saat ini lebih banyak mengenakan batik asal luar Pamekasan, seperti batik pekalongan dan lain sebagainya.

“Branding batik hanya berdampak pada status Kabupaten Pamekasan yang dikenal sebagai kota batik secara simbolis,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Farksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam berharap, pemerintah harus mengambil langkah-langkah strategis untuk memajukan batik dan mensejahterakan para pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan.

Sebab menurutnya, batik yang sejak awal telah menjadi brand pemerintah kabupaten, di saat yang sama belum ada keberpihakan yang nyata terhadap para pengrajin dan pengusaha batik di Kabupaten Pamekasan. Batik yang menurutnya merupakan sokoguru dan salah satu ekonomi kerakyatan Pamekasan sudah seharusnya menjadi perhatian khusus guna memajukan dan menjsejahterakan hidup pengrajin batik.

Umam melihat, batik di Kabupaten Pamekasan telah menjadi sokoguru, sehingga tidak menjadi tabu saat batik menjadi pelengkap di setiap aktivitas masyarakat Pamekasan. Tetapi untuk menjadikan batik sebagai komoditas penunjang kehidupan masyarakat Pamekasan, maka diperlukan terobosan baru untuk menginternasionalkan batik Pamekasan agar bisa dikenal dunia, agar dunia internasional tertarik untuk membeli batik Pamekasan.

“Saat ini masyarakat Pamekasan tidak butuh batik, karena batik sangat mudah dijumpai, saat ini, tugas pemerintah adalah menyediakan ruang ekspor seluas-luasnya bagi batik agar bisa membantu kehidupan masyarakat pengrajin batik,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan tersebut.

Umam juga meminta agar Pemkab memasukkan pengrajin batik sebagai salah satu klaster penerima bantuan jaring pengaman sosial (JPS) masyarakat terdmapak Covid-19. Sebab menurutnya, saat ini para pengrajin batik tengah berada pada titik tersulit, bahkan mereka rela menjual kain batik mereka dengan harga rendah demi bisa menyambung hidup.

“Kami minta kepada Pemkab untuk memasukkan para pengrajin batik kepada klaster penerima JPS, sebab mereka sebelum adanya wabah Covid-19 sudah sangat terpuruk, apalagi ditambah adanya bencana wabah ini,” harap mantan Aktivis PMII tesebut. (ali/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *