DD 2021 Diprioritaskan untuk Padat Karya dan Bansos

  • Whatsapp
(FOTO: KM /HELMI YAHYA) MENGUKUR: Salah satu kegiatan perbaikan jalan desa di Kecamatan Kwanyar yang bersumber dari anggaran dana desa (DD),

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Penggunaan Dana Desa di tahun 2021 akan memprioritaskan pemberdayaan masyarakat dan swadaya padat karya. Selain agar cepat terserap untuk kegiatan masyarakat, juga ditargetkan untuk merangsang tumbuhnya roda perekonomian dari tingkat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangkalan Ahmad Ahadiyan Hamid mengatakan, dengan cepat terserapnya DD tahap 1 tersebut, dampaknya diyakini dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat desa.

Bacaan Lainnya

“Saya ingin tahap pertama ini segera cair, agar warga dapat segera dibantu,” ulasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Dhiet tersebut, prioritas penggunaan DD tahun ini memang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terlebih masih dalam masa wabah Covid-19.

Peningkatan perekonomian itu seperti kegiatan program padat karya tunai (PKTD) dan bantuan langsung tunai (BLT) DD. Termasuk pembangunan infrastruktur seperti TPT, drainase, makadam akses ke lahan pertanian dan tempat-tempat usaha warga.

Terpisah, Kepala Desa Pendabah, Kecamatan Kamal Syaiful Dullah mengaku sudah memprioritaskan penggunaan DD untuk merangsang peningkatan perekonomian rakyat. Salah satunya dengan tetap menganggarkan BLT DD untuk warganya tanpa dikurangi.

Tahun 2021 ini dia juga punya prioritas pembangunan objek wisata perbukitan yang berada di desanya. Dalam pelaksanaannya, akan melibatkan warga. Mulai dari pembangunan, pengelolaan serta pengembangannya.

”Kami sudah atur di anggaran perencanaan dan belanja desa (APBDes) untuk memprioritaskan sektor wisata ini “ urai Syaiful Dullah memastikan.

Sementara itu, salah seorang pendamping desa di Kecamatan Kwanyar, Ismail menilai, prioritas penggunaan DD untuk padat karya, diyakini akan menjadi solusi atas keresahan masyarakat selama ini. Sebab, selama di masa awabah Covid-19, banyak yang kehilangan pekerjaan atau perekonomiannya merosot.

”Saya kira ini harus menjadi perhatian pada setiap kepala desa yang hendak menggunakan dana desa,” ujar Ismail.

Menurut Ismail, prioritas yang seharusnya dilakukan oleh desa bukan berarti tidak ada pembangunan atau belanja fisik. Tetapi lebih diminimalisir melakukan swakelola dan lebih mengandalkan padat karya.

“Kalau biasanya anggaran habis untuk membayar penyewaan atau pengelolaan dari luar, tapi tahun ini harus lebih merekomendasikan warganya sendiri,” pungkasnya. (km 59/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *