DD Kurang Termanfaatkan untuk Perpusdes

  • Whatsapp
TIDAK MENYELURUH: Perpustakaan desa (perpusdes) di Kabupaten Sampang masih tersebar di beberapa desa saja.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Perkembangan perpustakaan desa (perpusdes) di Kabupaten Sampang, kurang optimal. Sebab dari tahun 2008 sampai sekarang, hanya ada 54 desa/kelurahan yang memiliki perpusdes. Sementara jumlah keseluruhan desa dan kelurahan di Kota Bahari mencapai 186.

Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sampang M. Bahri selalu menjelaskan, anggaran pengembangan perpusdes, sampai saat ini masih berupa bantuan dari Provinsi Jawa Timur. Sementara kucuran dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang belum ada.

Menurutnya, kondisi itu harus disiasati dengan keberadaan dana desa (DD). Yakni menciptakan program pembangunan dan pengembangan perpusdes yang anggarannya disiapkan dari DD.

“DD yang dimiliki oleh pemerintah desa seharusnya bisa dialokasikan untuk perkembangan perpusdes. Karena diakui atau tidak, sarana perpusdes itu penting untuk meningkatkan sumber daya manusianya,” tegasnya kepada Kabar Madura, Rabu, (22/5).

Dengan begitu, pengembangan perpusdes di pedesaan bisa lebih cepat dan yang sudah memiliki perpusdes, bisa meningkatkan fasilitas dan buku-buku yang ada tanpa menunggu bantuan dari pemerintah di tingkatan atasnya.

Bahri menyarankan, penyediaan buku-buku, sebaiknya dipriorotaskan pada potensi di desa masing-masing. Semisal desa tersebut daerah pesisir, maka buku-buku yang ada di perpusdes tersebut lebih banyak tentang pengetahuan laut, budidaya ikan atau referensi lain yang berkenaan dengan kehidupan di pesisir laut.

“Harapan saya buku-buku yang ada di perpusdes tersebut sesuai dengan kondisi desanya. Sehingga masyarakat nantinya bisa memanfaatkan potensi yang ada.” Tuturnya.

Terpisah, staf dari Seksi Pelayanan Perpustakaan Sampang Taufikurrahman menjelaskan, pihaknya sudah sering melakukan pantauan ke bawah terkait bagaimana kondisi perpusda di desa.

“Pantauan sering kami lakukan ke desa-desa yang ada perpusdanya sesuai dengan jadwal. Tapi itu tidak setiap pekan, karena kami masih kekurangan petugas sekaligus dana yang masih minim,”

Berdasarkan data yang diramkum Kabar Madura dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sampang, terkait 54 desa yang sudah memiliki perpusda di antaranya, 5 desa di Kecamatan Banyuates, 3 desa di Kecamatan Camplong, 4 desa di Kecamatan Jrengik, 3 desa di Kecamatan Karangpenang, 5 desa di Kecamatan Kedungdung, 4 desa di Kecamatan Ketapang, 6 desa di Kecamatan Omben, 1 desa di Kecamatan Lepelle, 3 desa di Kecamatan Pangarengan, 6 kelurahan di Kecamatan Sampang, 2 desa di Kecamatan Sokobanah, 6 desa di Kecamatan Sreseh, 2 desa di Kecamatan Tambelangan dan 2 desa di Kecamatan Torjun. (km46/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *