Deadline Tersisa Satu Bulan, Serapan APBD Sampang Masih 63 Persen


Deadline Tersisa Satu Bulan, Serapan APBD Sampang Masih 63 Persen
(KM/ALI WAFA) PROSES MENYERAP: Bupati Sampang Slamet Junaidi bersama pimpinan DPRD Sampang saat mengesahkan perubahan APBD tahun 2022.

KABARMADURA.ID  | SAMPANG-Tahun anggaran 2022 tinggal dua bulan. Namun serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sampang tahun 2022 masih rendah. Hingga 27 Oktober 2022, serapan belanja daerah masih mencapai 63 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharaan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Laili Akmaliyah mengungkapkan, pagu belanja daerah Sampang tahun 2022 sebesar Rp2,2 triliun. Sehingga, 63 persen serapan belanja sekitar Rp1,4 triliun.

Laili menjelaskan, belanja daerah terdiri dari empat jenis; belanja modal, belanja operasi, belanja transfer, dan belanja tidak terduga (BTT). Pendapatan daerah terdiri dari tiga jenis; pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer, dan pendapatan lain-lain yang sah.

Laili mengakui, serapan belanja di angka 63 persen ini terbilang lambat dengan sisa waktu dua bulan. Namun, kegiatan di lapangan masih berjalan. Sehingga, untuk bisa diketahui serapan akhirnya, yakni di akhir Desember mendatang. 

“Tapi serapan belanja tidak mungkin 100 persen. Karena pasti akan ada SiLPA,” ucapnya.

Laili menambahkan, serapan belanja tahun 2021 sebesar 89 persen. Angka itu terbilang rendah. Karena saat itu banyak realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Tetapi di tahun ini, serapan belanja diprediksi akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sebab, Covid-19 sudah melandai.

“Serapan 90 sampai 95 persen itu sebenarnya sudah bagus,” sambungnya.

Di lain pihak, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Amin Arif Tirtana menyebut, serapan belanja daerah di angka 63 persen di akhir Oktober tidak proporsional. Namun dia yakin, serapan itu akan tinggi signifikan di bulan Desember mendatang. 

Sebab, banyak kegiatan fisik di lapangan yang saat ini sedang tahap akhir. Lambatnya pelaksanaan kegiatan fisik itu menurutnya karena lambatnya penyusunan perencanaan di awal. Seharusnya, perencanaan selesai di tiga bulan pertama. Bulan keempat dan kelima proses lelang.

Sehingga, lanjut Amin, di bulan berikutnya kegiatan sudah bisa langsung dilaksanakan. Karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang agar menyegerakan perencanaan di tahun 2023 mendatang. Sehingga, realisasi kegiatan tidak mepet dengan deadline.

“Saya sudah sering menyampaikan, perencanaan harus segera selesai. Sehingga lelang dan pelaksanaan bisa cepat mulai,” ujarnya.

BELANJA DAERAH SAMPANG TAHUN 2022: Rp2,2 triliun

Serapan per 27 Oktober: Rp1,4 triliun (63 persen)

BELANJA MODAL (serapan: 50 persen)

Pagu: Rp541 miliar

Realisasi: Rp269 miliar 

BELANJA OPERASI (Serapan 64 persen)

Pagu: Rp1,3 triliun

Realisasi: Rp864 miliar

BELANJA TIDAK TERDUGA (Serapan 85 persen)

Pagu: Rp20 miliar

Realisasi: Rp16 miliar

TARGET PENDAPATAN DAERAH TAHUN 2022: Rp1,8 triliun

Realisasi per 27 Oktober: Rp1,3 triliun (75 persen)

PAD (77 persen)

Target: Rp165 miliar

Realisasi: Rp128 miliar

Pendapatan Transfer (74 persen)

Target: Rp1,6 triliun

Realisasi: Rp1,2 triliun

PENDAPATAN LAIN-LAIN YANG SAH (86 persen)

Target: Rp41,8 miliar

Realisasi: Rp36 miliar

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna