Debat Pertama Usai, Timses Saling Sorot Pernyataan Paslon

  • Whatsapp
(FOTO: KPU FOR KABAR MADURA) MENGUJI DEBAT: Kedua timses di Pilkada Sumenep tengah meluncurkan kritik satu sama lain.

KABARMADURA.ID, Sumenep –Debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep, masih menyisakan cerita. Pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah, serta nomor urut 2, Fattah Jasin-M. Ali Fikri Warist, sama-sama mengantongi catatan.

Tim sukses (timses) paslon 1, Hosnan Abrori mengaku, sejatinya sama-sama puas dengan performa kedua paslon di debat kandidat, Selasa (10/11/2020), lebih-lebih kepada Fauzi yang hadir sebagai petarung tunggal.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Fuazi dengan segudang pengalaman dan pengetahuannya tentang Sumenep, mampu mempresentasikan program, bukan sebatas asumsi atau di fase analisa. Terlebih, Fauzi merupakan wakil bupati Sumenep periode 2015-2020.

“Kalau di pihak kami selalu lebih kepada solusi yang berbentuk program. Jadi tidak hanya berimajinasi dan berasumsi saja. Makanya, kami memang tekankan kepada calon kami, jawablah sesuai dengan visi misi,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (11/11/2020).

Berbeda dengan paslon nomor 2, Hosnan menilai, lawan debat Fauzi itu masih tidak bisa menjelaskan program yang dipersiapkan untuk memimpin Sumenep lima tahun ke depan.

Hosnan menyoroti program Fattah Jasin-M. Ali Fikri Warist terkait penekanan angka pernikahan dini. Pasalnya, paslon nomor 2 akan memanfaatkan wirausaha dengan menggandeng milenial untuk menyelesaikan permasalahan pernikahan dini.

“Saya tidak begitu menangkap lah kalau jawaban dari 02 itu, karena itu bukan solusi, tapi masih analisa. Berarti belum selesai pengetahuan tentang Kabupaten Sumenep,” bebernya.

Sebaliknya, Ketua Relawan Paslon Nomor 2, Hairul Anwar, yang menyoroti Fauzi. Dia mencontohkan tentang saran solusi untuk permasalahan pencemaran di Pantai Lombang.

Saat itu, Fauzi menyatakan akan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan membentuk komunitas. Lalu, akan menyediakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal.

Hairul Anwar mempertanyaman keseriusan Fauzi. Sebab, dia menilai, cabup Sumenep nomor 1 itu baru mau bergerak ketika permasalahan itu sudah viral.

“Mau bikin IPAL komunal, loh kenapa nggak dari awal, kenapa baru sekarang ketika sudah viral. Sebetulnya harus dari awal saat ada tambak, coba kalau tidak viral mungkin tidak peduli dia,” tutup Hairul Anwar ini. (idy/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *