oleh

Debat Pilkada Sumenep Akan Kembali Selipkan Segmen Berbahasa Madura

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Kedua pasangan calon (paslon) Pilkada Sumenep, baik nomor urut 1, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah, dan nomor urut 2, Fattah Jasin-M Ali Fikri Warits, berpotensi kembali mendapatkan tantangan besar di debat kandidat kedua.

Pasalnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Divisi Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan Partisipasi Rafiki Tanziel berniat kembali menerapkan segmen khusus yang menggunakan Bahasa Madura.

Pada debat kandidat tahap kedua, kedua paslon masih kelabakan dalam menggunakan Bahasa Madura. Keduanya masih memcampur bahasa Madura dengan bahasa Indonesia yang persentasenya hampir sama.

“Kami akan pertimbangkan untuk bahasa Madura itu, karena nampaknya responnya itu cukup positif dan menjadi hiburan di sela-sela debat,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Selasa (24/11/2020).

Rafiqi mempersilakan kepada masyarakat untuk menilai kemampuan kedua paslon dalam berbahasa daerah di debat kandidat kedua. Namun, terobosan tersebut diberlakukan lantaran melihat sejumlah seremonial di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kerap kali menggunakan Bahasa Madura.

“Biar masyarakat menilai. Yang penting kami punya aturan di sesi itu berbahasa Madura,” sambungnya.

Mantan jurnalis tersebut menyampaikan, KPU Sumenep tengah mengupayakan agar di debat kandidat ketiga, Sabtu (28/11/2020), kembali memunculkan terobosan baru seperti debat sebelumnya.

Seperti yang disampaikannya, langkah tersebut untuk menyajikan debat kandidat yang bisa dijadikan hiburan untuk masyarakat. Namun, program dan komitmen ke depan bisa tersampaikan dengan baik. (idy/waw)

Komentar

News Feed