oleh

Dedikasi Kasatkorcab Banser Pamekasan Jamaluddin

Pengabdiannya terhadap ulama dan negara telah membulat dalam diri Jamaluddin hingga tidak bisa digoyahkan oleh siapapun. Kecintaannya terhadap ulama dan negara membuatnya dipercaya sebagai Kepala Satuan Koordinator Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkorcab Banser) Kabupaten Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Terlahir dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai agama dan sopan santun terhadap guru, Jamaluddin telah mengabdikan diri pada ulama dan negara sebagai Kasatkorcab Kabupaten Pamekasan, sejak beberapa tahun terakhir.

Tugasnya sebagai Kepala Banser Pamekasan, bukan hal yang ringan. Jamal harus sigap 24 jam menjalankan amanah dari ulama untuk berbagai tugas. Namun secara prinsip, tugasnya yaitu menjaga martabat dan marwah ulama dan menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jamal mengaku, dirinya telah mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk ulama dan negeri. Bahkan, dia telah mewaqafkan dirinya untuk ulama dan negeri. Mengorbankan segenap jiwa dan raga untuk menjalankan tugasnya memastikan keselamatan ulama dan negara.

Sebagai santri yang memang sedari kecil dididik untuk menanamkan sopan santun kepada guru, Jamal menilai guru adalah aktor dibalik keberlangsungan hidupnya sebagai umat Islam yang taat, sehingga dapat menjalankan perintah agama sebagaimana diajarkan oleh ulama.

“Saya sudah mewaqafkan diri ini untuk ulama dan negara. Kapanpun ulama dan negara butuh, saya siap menjalankan tugas,” tegas pria kelahiran Pamekasan, 02 April 1972 itu.

Jamal perihatin terhadap sejumlah kejadian buruk yang menimpa ulama di luar daerah belakangan ini. Menurutnya, kejadian merugikan ulama dan merugikan orang lain sudah seharusnya tidak terjadi.

Sebab menurutnya, ulama merupakan benteng terakhir penjaga moral bangsa terlebih di era yang serba lengkap dan serba cepat, sehingga segala sesuatunya dapat dengan mudah diakses kapan saja. Ulama mendapat peran besar dalam menjaga moral bangsa.

Maka menjaga ulama, dan memastikan keselamatan para ulama menurutnya adalah sebuah pengabdian dan tugas yang mulia. Jamal tidak berharap imbalan dari pengabdiannya itu, dirinya semata-mata hanya ingin beterus bersama ulama hingga surga nanti.

Baginya, menjaga ulama dan menjaga keutuhan NKRI adalah harga mati, sehingga baginya tidak sia-sia bila mengorbankan jiwa demi ulama dan demi keutuhan NKRI. Sebab menurutnya, di balik beridirnya NKRI besar peran para ulama.

Selain itu, Pancasila sebagai dasar negara menurutnya perlu dijaga keutuhannya. Sebab, Pancasila telah disusun oleh ulama dan telah berdasar keberagaman seluruh pihak, agama, kelompok, suku, bahasa dan ras yang ada di Indonesia.

“Pancasila sudah final, lagi pula Pancasila itu dibahas oleh orang-orang yang telah mewakili semua kelompok,” tukasnya. (pin)

Komentar

News Feed