Defisit Keuangan, Sampang Berencana Lepas Aset Rp3,7 Miliar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) JUAL ASET: Lantaran kondisi keuangan Pemkab Sampang mengalami defisit, Pemkab Sampang akan melepas aset bangunan senilai Rp3,7 miliar.

KABARMADURA.ID;SAMPANG-Lantaran kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengalami defisit dan banyak anggaran yang direfocusing untuk penanganan wabah Covid-19, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang berencana menjual aset bangunan senilai Rp3,7 miliar.

Adapun aset yang akan dilepas oleh Pemkab Sampang itu, yakni berupa bangunan gedung dengan luas 400 meter yang terletak di Rungkut Pedokan Ayu, Kota Surabaya, yang selama ini sering digunakan sebagai tempat tinggal para pelajar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPPKAD Sampang Hurun Ien menerangkan, rencana pelepasan aset bangunan milik Pemkab Sampang yang berada di Surabaya itu, saat ini masih dalam proses pembahasan dan meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang.

Dirinya menguraikan, untuk alasana rencana penjualan aset tersebut, karena beberapa pertimbangan, yakni efisiensi dan efektivitas anggaran, sebab selama ini antara pendapatan gedung dan biaya pemeliharaan tidak sebanding, lebih besar pengeluaran untuk pemeliharan.

Jadi bukan karena kondisi anggaran yang defisit, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) yang terus menerun dan banyak anggaran yang dirofocusing. Tetapi pemkab harus lebih hemat dalam membelanjakan anggaran itu.

“Bukan karena defisit dan PAD menurun, tapi biaya pemiliharan dan pendapatan dari gedung ini sudah tidak sesuai, lebih banyak pengeluarannya, maka kita rencanakan untuk dilepas saja,” kelit Hurun saat dihubungi Kabar Madura, Rabu (7/10/2021).

Lanjut dia, keberadaan aset bangunan di Surabaya itu dinilai kurang bermanfaat, karena lokasi yang kurang mendukung meskipun di wilayah perkotaan. Untuk itu, pemkab menunggu hasil kesepakatan dengan para legislatif setempat.

Persetujuan para wakil rakyat itu, sebagai syarat untuk segera dilelang. Pemkab Bangkalan mematok harga jual atas bangunan itu senilai Rp3.7 miliar. Harga itu diklaim sudah sesuai standar luas bangunan yang ada.

“Saat ini, kami masih melakukan pembahasan dan meminta persetujuan dewan untuk rencana penjualan aset pemkab ini, jadi belum kita lelang terbuka,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol membeberkan, proses pelepasan aset itu tidak bisa serta merta, untuk keputusannya masih menunggu rapat paripurna yang sebelumnya sudah melalui pembahasan di Komisi II DPRD Sampang dan berbagai tahapan lainnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, alasan pemkab akan menjual aset itu, berdasarkan hasil analis dan asas manfaatnya kurang maksimal. Pemkab dengan menjual aset itu, tentu bisa menghemat pengeluaran biaya perawatan rutin. Mendapatkan pemasukan ke kas daerah yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat.

“Sebenarnya, kami sudah survei lokasi bangunan ke Surabaya. Mekanisme lelang ini harus kita diparipurnakan dulu,” terangnya.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *