oleh

Delapan Tahun Telan APBD Rp40 Miliar, Program SPAM di Sampang Belum Berikan Manfaat

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Realisasi program sistem penyediaan air minum (SPAM) Sumber Payung Desa Ketapang Timur Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang cukup menelan anggaran besar. Dalam realisasinya, ,program tersebut menghabiskan anggaran puluhan miliar. Namun, manfaat program tersebut belum optimal.

Data yang dihimpun Kabar Madura, SPAM Sumber Payung sudah dibangun sejak tahun 2014 lalu. Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp40 miliar. Hanya saja, sampai saat ini pendistribusian air bersih di sekitar lokasi masih menuai keluhan masyarakat. Meski demikian, nyaris setiap tahun anggaran terus digelontor untuk mengoptimalisasi saluran air bersih.

Pada tahun 2018 lalu, pemerintah mengembangkan pipa transmisi di wilayah Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang sebesar Rp1,2 miliar. Kemudian, pada tahun 2019 kembali dianggarkan dengan program yang sama sebesar Rp2,6 miliar. Bahkan, tahun ini kembali menganggarkan sebesar Rp8,1 miliar.

Salah satu targetnya, program tersebut mampu menghasilkan sumber air bersih secara optimal. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan, sumber dana tersebut, merupakan alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

“Setahu saya, sudah sejak lama pembangunan itu dikerjakan. Tapi, sampai saat ini belum ada air bersih. Air yang terdistribusi kepada masyarakat sangat terbatas. Bahkan, terkadang tidak mengalir,” ungkap Rahmad warga setempat, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, pasca pembangunan tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. Terutama, mengenai pengelolaannya.  Padahal, warga setempat menginginkan adanya program tersebut mampu mencukupi kebutuhan air bersih untuk wilayah utara. Sayangnya, sejak tahun 2014 tidak ada manfaat yang lebih dari pembangunan SPAM Sumber Payung.

“Jika memang dianggarkan lagi. Kami memohon kepada pemerintah tidak hanya melakukan pembangunan saja. Tapi juga pengelolaan yang tepat,” harapnya.

Pihaknya mengaku pemerintah selama ini sudah berupaya mengentaskan kekurangan air bersih. Salah satunya, dengan dilakukannya pembangunan SPAM Sumber Payung. Bahkan lengkap dengan pipa yang mengalir ke sejumlah kecamatan. Namun, masih perlu komitmen pengelolaan yang lebih profesional.

“Meski anggaran terus digelontor, belum bisa dinikmati masyarakat secara langsung. Makanya, perlu ada perbaikan sistem dalam pengelolaannya. Karena, distribusi air masih tidak optimal alias tersendat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengatakan optimalisasi SPAM Sumber Payung harus dilanjutkan. Sebab, anggarannya tidak sedikit yang dihabiskan. Sehingga, tidak percuma dengan anggaran yang sudah terpakai. Ditargetkan, tahun ini ada perkembangan fungsi dan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Anggaran yang dihabiskan sudah banyak. Jika hal itu dibiarkan, maka anggaran yang sudah terpakai sia-sia. Makanya, kami kembali melanjutkan pembangunannya,” responnya.

Pihaknya menegaskan, program optimalisasi SPAM Sumber Payung merupakan prioritas pemerintah. Sehingga, air bersih bisa didistribusikan kepada masyarakat di bagian utara. Mulai dari Banyuates, Ketapang, Robatal dan Kec. Karang Penang. “Anggaran tahun ini tidak jauh beda dengan dua tahun berturut-turut sebelumnya. Yakni, pengembangan pipa transmisi yang sangat penting. Khususnya soal covered area,” tegasnya.

Mantan anggota DPR RI itu berjanji, dalam proses pembangunannya akan dilakukan percobaan. Khususnya, pasca penambahan optimalisasi pipa transmisi. Untuk selanjutnya, akan diserahkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo. “Tahun ini, akan dilakukan pemasangan pipa transmisi tambahan. Jika sudah selesai dan tekanan air sudah maksimal, maka selanjutnya akan diserahkan ke PDAM,” janjinya. (man/ito)

 

Komentar

News Feed