oleh

Demi Atasi Kesenjangan Pendidikan, Mapin Getol Dampingi Sekolah Akreditasi Rendah

KABAADURA.ID, BANGKALAN-Totalitas untuk mendukung visi misi kampus lebih berpendidikan, mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Pengabdian Madura Pintar (Mapin) berkomitmen memberikan pendidikan inspiratif.

Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu mengajar di sekolah yang terakreditasi rendah atau yang lokasinya jauh dari perkotaan.

Ketua Komunitas Mapin Putri Ayu Khasanah menyampaikan, komunitasnya yang berdiri sejak 2016 itu merupakan ide dan inisiatif mahasiswa yang memiliki keinginan mengabdikan diri dan membantu memajukan pendidikan di lingkup Madura, khususnya Bangkalan.

“Niat kami hanya, mengabdi, menginspirasi, dan memberikan semangat pada siswa yang berada di sekolah,” kata Putri.

Selama lima tahun berjalan, Mapin sudah mengabdi pada tujuh sekolah yang masih memiliki akreditasi C dan jauh dari perkotaan. Bagi mereka, semua siswa harus memiliki kesempatan dan perlakuan yang sama, sehingga pendidikan dapat tumbuh lebih menyenangkan dan tidak terdapat kesenjangan.

“Kami ingin kehadiran kami dan kampus tercinta kami memiliki manfaat lebih, jadi kami memutuskan untuk mengabdikan diri,” tutur mahasiswi usia 21 tahun itu.

Dipaparkan pula bahwa dalam program pembelajaran, para anggota Mapin memiliki tiga tema dasar yang biasa disampaikan menjadi pendidikan inspirasi, yakni cinta tanah air, cita-cita dan kesehatan.

Meski tidak mengajarkan keilmuan seperti tenaga pendidik, para anggota Mapin berusaha menyediakan sesuatu yang sebelumnya belum dirasakan oleh siswa. Mengungat masih banyak persepsi siswa yang masih perlu diluruskan.

“Seperti saat mereka menentukan cita-cita, mereka belum sepenuhnya paham,” ulasnya.

Melalui pendidikan inspirasi yang mereka berikan, para anggota Mapin menginginkan para siswa sadar dan semangat, bahwa kondisi ekonomi dan lingkungan mereka tidak bisa menjadi penghalang agar mereka bisa meraih pendidikan tinggi.

Perempuan asal Mojokerto itu menambahkan, dalam perjalanan Mapin sebagai salah satu komunitas di UTM, tentu menjadi salah satu ujung tombak, agar ikut serta membantu mewujudkan Visi Misi UTM untuk menjadikan Madura yang lebih maju dan berpendidikan.

Sehingga Mapin akan mengisi ruang kesempatan itu pada sektor pendidikan. Dia ingin, kehadiran Mapin menjadi semangat, dorongan kuat, bagi anak-anak siswa, agar mereka memiliki keinginan kuat untuk belajar.

Sedangkan menanggapi inisiatif ide pengabdian tersebut, Rektor UTM Drs Ec H. Muh Syarif memberikan apresiasi. Sebab, gagasan pengabdian oleh mahasiswa itu memang tengah ditunggu dan diharapkan olehnya.

Dengan adanya pengabdian, apalagi dalam sektor pendidikan, itu akan menjadikan visi misi adanya UTM di kabupaten Bangkalan bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat atau sekolah di sekitar area tersebut.

“Saya bangga, kalau pengabdian ini digagas langsung oleh mahasiswa, karena itu juga menjadi salah satu visi misi UTM,” katanya.

Pria asal Sampang itu juga meminta agar Mapin bisa memberikan kesempatan yang sama, dalam memberikan pendidikan untuk siswa. Sehingga pembelajaran mereka dapat menyenangkan meskipun jarak dan fasilitas yang dimiliki sekolah mungkin tidak sama.

Muh Syarif berharap agar komunitas seperti itu menjadi contoh, agar di fakultas lainnya nanti juga muncul komunitas yang juga mengabdi pada masyarakat dan sesuai dengan bidang keilmuannya. Sehingga selain belajar di kampus dengan teori, mahasiswa bisa langsung mempraktekannya langsung di lingkungan masyarakat.

“Semoga Mapin tidak hanya menginspirasi siswa dan sekolah, tapi juga mahasiswa di fakultas lain, agar memiliki semangat pengabdian yang sama,” pungkas petinggi kampus yang tinggal di Kecamatan Kamal, Bangkalan ini. (hel/waw)

Komentar

News Feed