oleh

Demi Meraih Gelar Sarjana, Zulaifatul Fitriyah Rela Jalan Kaki Selama 4 Tahun

Kabarmadura.id/Pamekasan– Perjalanan berliku untuk menjadi seorang yang sukses di bidang pendidikan dirasakan oleh Zulaifatul Fitriyah. Perempuan pendiam, santun dan inspiratif ini rela jalan kaki sepanjang 1000 meter dari arah pesantren menuju jalan raya untuk menggali potensinya di Kampus Institut Agama Islam Madura IAIN Madura.

“Meski keterbatasan fasilitas tak mengurangi semangat untuk memperoleh pendidikan yang layak,”ungkapnya. Kamis (3/9/2020).

Wanita yang sembari menjadi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nasyiin Grujugan Larangan Pamekasan,  yang memiliki prinsip pantang menyerah demi menempuh pendidikan sarjananya selama 4 tahun berlangsung.

“Dengan bekal sabar proses ini saya jalani demi meraih cita-cita mulia.”ungkapnya.

Orang yang lahir di Pamekasan pada tanggal 17 Februari 1998 itu mempunyai prinsip  “I am not perfect, but I am my self”, (saya tidak sempurna, tetapi saya bisa berdikari),  kesederhanaan dan latar belakang ekonomi yang kurang memenuhi tidak membuat ia kecil hati. Karena baginya kesuksesan bukan dimiliki orang yang memiliki latar belakang yang baik dan ekonomi yang cukup, bahkan lebih, melainkan kesuksesan akan dimiliki oleh orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan tekun menjalaninya.

“Orang tua saya yang selalu memberi motivasi, agar bisa lebih dari mereka, meskipun dengan keterbatasan ekonomi,”ujarnya.

Anak dari Bapak Ahmad Zubairi, dan ibu Rumsiyah, telah berhasil meraih gelar Sarjana (S.Ag) pada prodi Usuluddin dan Dakwah dengan spesialisasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Perjuangannya tidak berakhir sia-sia, saat ini ia sudah mengabdi dan menjadi salah satu pengelola pendidikan di pondok pesantren An-Nasyiin.

“Alhamdulillah untuk proses selama menempuh pendidikan bisa tuntas dengan baik, semoga kedepannya bisa terus bermanfaat dan bisa meneruskan pendidikan kepada jenjang berikutnya, semoga bisa melanjutkan ke pascasarjana,”pungkasnya.(rul/mam)

Komentar

News Feed