Demi Pelestarian, Pemkab Sumenep Rutin Pamerkan Keris Nusantara

  • Whatsapp
WARISAN LELUHUR: Bupati A Busyro Karim bersama Wabup Sumenep Achmad Fauzi saat melihat langsung berbagai keris pusaka yang dipamerkan.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Demi menjaga dan terus melestarikan warisan leluhur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melangsungkan kegiatan Pameran Keris Nusantara selama tiga hari, mulai Jumat sampai hari Senin (20-23/9).

Bupati Sumenep A Busyro Karim dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, serta sejumlah jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep menghadiri dan melihat langsung pameran keris di areal Museum Keris Pendapa Agung Sumenep itu, sambil lalu melihat-lihat sejumlah keris yang dipamerkan.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2005 lalu, PBB telah menetapkan keris sebagai salah salah satu warisan dunia dengan kategori nonbendawi. Maka dengan demikian, keris harus terus dikembangkan serta dilestarikan demi menghindari kepunahan.

Seiring dengan tanggung jawab supaya pelestarian keris terus berjalan dan terus berkembang dari generasi ke generasi, Pemkab Sumenep berikhtiar salah satunya dengan menggelar pameran keris tersebut.

Bahkan, pada tahun 2014 lalu, Sumenep telah mendeklarasikan diri sebagai kita keris. Deklarasi itu bukan tanpa alasan, sebab Sumenep juga sudah diakui UNESCO sebagai daerah yang memiliki pengrajin atau empu keris terbanyak di dunia, yakni mencapai 650 orang yang tersebar di sejumlah desa, terutama di Desa Aeng Tongtong dan menetapkan desa di Kecamatan Saronggi itu sebagai desa keris pada tahun 2018.

“Pameran keris yang sedang terlaksana ini, jangan hanya sebagai kegiatan yang sifatnya formalitas saja. Akan tetapi harus punya manfaat untuk pelestarian dan perkembangan keris di era saat ini, supaya tidak punah karena tergerus perubahan dan masa,” ungkap Bupati Sumenep A Busyro Karim.

Disampaikan bupati dua periode itu, digelarnya pameran keris paling tidak memiliki tiga tujuan penting. Pertama, guna membangun kesadaran kolektif kepada masyarakat, bahwa benda-benda warisan masa lalu, khususnya keris yang memiliki nilai sejarah luar biasa.

“Oleh karenanya, keris harus terus dilestarikan untuk menggugah anak-anak muda. Generasi penerus atau anak muda harus tahu akan warisan budayanya, jangan sampai tergantikan dengan yang lain. Apalagi, keris tidak hanya menjadi simbol kemajuan masa lalu saja, tapi juga mengandung nilai historis dan budaya,” paparnya.

Kemudian yang kedua, kolektor keris banyak dijumapai di tanah air. Maka melalui pameran nusantara, menjadi mediasi untuk menyatukan para kolektor dan pengrajin keris yang ada di nusantara, lebih-lebih yang ada di Bumi Sumekar.

Lalu yang ketiga, tujuan digelarnya pameran keris nusantara adalah upaya Pemkab Sumenep dalam memfasilitasi para pengrajin dalam memasarkan produk-produknya. Karena melalui orientasi ekonomi, diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pameran keris nusantara bertajuk Sumenep Berkeris, diikuti sebanyak 150 orang, di antaranya sebanyak 100 orang berasal dari berbagai daerah seperti Malang, Surabaya, Jogyakarta, Solo, dan Jakarta. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *