Demi Perbaikan, Disdikbud Pamekasan Evaluasi Pelaksanaan ANBK SD


KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Kendati telah berhasil menggelar asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang sekolah dasar (SD), tetapi sebagai langkah perbaikan di pelaksanaan tahun berikutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan melakukan evaluasi.

Evaluasi tersebut dilaksanakan di Hotel Cahaya Berlian, Pamekasan, Selasa (15/11/2022). Kegiatan melibatkan 40 peserta dari koordinator wilayah (korwil) di setiap kecamatan, ketua kelompok kerja sekolah, dan proktor sekolah.

Menurut Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini, proses evaluasi setelah dilaksanakannya kegiatan ANBK tersebut sebagai wujud koreksi terhadap proses yang telah dijalani. Dengan begitu, bisa diketahui berbagai hal yang perlu diperbaiki pada pelaksanaan berikutnya.

“Pelaksanaannya alhamdulillah berjalan dengan lancar, tidak ada kendala, terutama tentang kemampuan siswa di bidang  IT cukup mumpuni, guru-gurunya tidak ada masalah, operatornya juga tidak ada kendala, cuma 2 sekolah terkendala jaringan,” paparnya saat diwawancarai Kabar Madura.

Zaini akan terus berkomitmen dalam penyelenggaraan pendidikan bisa dipersiapkan secara komprehensif, mulai dari sara dan prasarana hingga kapabilitas siswa dan gurunya. Terlebih, pada dalam pelaksanaan ANKB berikutnya dari ketersediaan jaringan akan dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak penyedia, agar bisa teratasi.

“Kami akan melakukan komunikasi dengan pihak Telkom, supaya kendala jaringan tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Secara teknis, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Pamekasan Fatimatus Zahrah menerangkan, ketersediaan sarana dan prasarana komputer untuk ANBK sudah dipersiapkan, kendati masih ada yang masih belum memiliki secara mandiri difasilitasi kepada sekolah terdekat, sehingga tetap bisa mengikuti ANBK.

“Hasil ANBN ini akan dijadikan sebagai salah satu unsur untuk pemetaan indikator pendidikan di Pamekasan,” ulasnya.

Diakuinya, pelaksanaan ANBK dilaksanakan di semua sekolah dasar, baik yang sekolah negeri maupun swasta dengan ketentuan proses belajar mengajarnya sampai pada kelas 5, karena memang pesertanya kelas 5 SD.

Diakuinya, dalam proses pelaksanaannya, 457 sekolah melaksanakan secara online, yang terdiri dari sekolah negeri 409 dan 48 swasta 48, sedangkan yang melaksanakan semi online ada 13 sekolah, 3 terdiri dari sekolah negeri dan 10 terdiri dari sekolah swasta.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A.Husna