oleh

Demo Tembakau, Ketua DPRD Pamekasan Tebar Ancaman

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Beberapa aliansi lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam aksi demonstrasi menuntut janji politik Bupati Pamekasan terkait tembakau, Senin (10/8/2020). Isi janji politik tersebut berupa komitmen untuk memperjuangkan hak-hak petani daun emas tersebut.

Dalam menyikapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Fathorrahman tampak menebar ancaman. Yakni, akan melayangkan rekomendasi kepada Bupati Pamekasan untuk menutup gudang-gudang tembakau yang melabrak Perda Tata Niaga Tembakau.

Menurut Fathor, lembaganya telah melakukan berbagai bentuk upaya untuk menyelesaikan Raperda yang telah diancang sejak tahun 2019, demi stabilnya harga tembakau.

“Kami berjanji akan mengawasi gudang-gudang tembakau yang ada di Kabupaten Pamekasan. Sedangkan apabila ada pabrikan sengaja menyalahgunakan wewenang Perda, menjadikan harga tembakau tidak sesuai dengan apa yang diharapkan petani, kami sebagai DPRD Kabupaten Pamekasan akan memohon dan meminta kepada Bupati Pemekasan untuk menutup gudang-gudang tembakau dari Kabupaten Pamekasan,” tegas Fathor.

Dalam menyikapi tuntutan itu, Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menyampaikan beberapa upaya pemerintah untuk menolong petani tembakau. Menurutnya, Pemkab Pamekasan telah melakukan forum kajian bersama yang melibatkan KTNA, KUT dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Pamekasan. Itu untuk membicarakan permasalahan tembakau di daerahnya.

“FGD terakhir dilaksanakan di Hotel Bumi Surabaya, salah satunya yang kami sampaikan adalah tentang stabilitas harga tembakau demi kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Pamekasan. Pemkab Pamekasan juga telah menyampaikan Gubernur Jawa Timur untuk turut membantu dalam menstabilkan harga tembakau. Yakni, dengan mengaturnya dalam Peraturan Gubernur (Pergub),” kata Raja’e kepada para demonstran.

Dalam kesempatan itu, Wabup Raja’e berterima kasih terhadap seluruh elemen masyarakat yang turut membantu pemerintah untuk mengawal tembakau. Hal ini menjadi komitmen bersama demi mewujudkan petani tembakau di Kabupaten Pamekasan agar lebih sejahtera.

Petani tembakau, pengusaha dan semua lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan, kata Wabup Raja’e, harus bekerja sama dengan pemerintah, agar nantinya Raperda yang dibahas hari ini, di tahun-tahun yang akan datang akan ditaati bersama, baik dari pengusaha maupun petani.

“Pada tahun 2018 sampai tahun 2020 ini, Pemkab Pamekasan bertekad untuk mempermudah dari pada pelaku usaha tembakau. Ada tambahan sekitar 20 pengusaha tembakau di Kabupaten Pamekasan. Ini semua agar tembakau di kabupaten ini terserap dengan mudah,” ujarnya.

Korlap aksi Nur Faisal menilai, Pemkab Pamekasan sejauh ini belum serius dalam mewujudkan janji politik tentang tembakau. Di antara 17 janji politik salah salah satu di antaranya yang masih belum terwujud sampai saat ini, kata Faisal, adalah menyejahterakan petani tembakau dengan menaikkan harga tembakau.

“Bupati dan DPRD belum serius terhadap pengawalan pabrikan, yang tentu pabrikanlah yang telah memaminkan harga tembakau, yang sangat tidak sesuai dengan standar,” sesalnya. (01km/nam)

Komentar

News Feed