Demonstrasi Tentang Pelaksanaan Pilkades di Sampang Ditunda

(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) GAGAL TERLAKSANA: Rencana aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sampang, tentang pelaksanaan pilkades ditunda sementara hingga penerapan PPKM darurat berakhir.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Rencana pelaksanaan aksi demonstrasi ratusan massa di depan Gedung DPRD Sampang gagal. Protes yang akan dilakukan pemuda dan Aliansi Mahasiswa Sampang (AMS) harus ditunda setelah ada perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Sebelumnya, sekitar 300 massa akan mendatangi Kantor DPRD. Mereka berencana, menyampaikan aspirasi soal kekecewaannya dengan kebijakan pemerintah. Yakni, penentuan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang diputuskan digelar tahun 2025.

Namun aksi itu gagal mendadak. Sementara penyebaran informasi aksi hingga satu hari sebelum pelaksanaan masih massif. Sehingga, akan tetap menggelar aksi setelah PPKM darurat usai.  Hal tersebut diungkapkan Koordinator Aksi Kurdy, Senin (26/7/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, aksi hanya perlu penjadwalan ulang. Yakni, disesuaikan dengan masa akhir pemberlakukan PPKM darurat. “Kami menunggu PPKM selesai. Aksi ini bukan gagal tapi ditunda. Kami juga belum bisa melakukan demonstrasi selama PPKM diberlakukan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, keputusan pelaksanaan demonstrasi ditunda setelah ada keputusan Presiden RI tentang perpanjangan PPKM darurat. Sebab, harus menghargai dan patuh terhadap keputusan pemerintah.

“Kalau surat pemberitahuan aksi, dilakukan sejak beberapa hari sebelum hari Senin. Kami sengaja melakukan aksi setelah jadwal PPKM darurat selesai. Ternyata PPKM darurat, diperpanjang oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Kurdy menegaskan, penundaan demonstrasi dilakukan demi menjaga keselamatan bersama. Khususnya, dalam kondisi dan situasi wabah Covid- 19. Sehingga, para pemuda dan aktivis AMS sepakat menunda kedatangannya ke wakil rakyat.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat dengan penundaan aksi demonstrasi ini. Saya yakin aksi kami ditunggu oleh sebagian masyarakat Sampang,” paparnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sampang Fadol mengaku, selalu siap menampung aspirasi masyarakat dan aktivis. Namun, harus tetap menghargai penundaan demonstrasi dengan dasar perpanjangan PPKM darurat.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada aktivis yang menghargai program pemerintah. Penerapan PPKM darurat memang harus dipatuhi. Sementara kami, siap menampung aspirasi kapan saja,” responnya. (man/ito)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.