oleh

Deportasi Paksa Warga Indonesia, Imigrasi Malaysia Akhirnya Minta Maaf

Kabarmadura.id/Sampang-Kasus deportasi yang menimpa kepada tokoh pemuda asal Sokobanah, Sampang KH. Mahrus Ali, oleh Imigrasi Malaysia sudah mulai menemui titik terang. Deportasi tersebut merupakan kesalahpahaman dari pihak Imigrasi Malaysia, sehingga pihak Imigrasi Malaysia membuka daftar hitam paspor tokoh asal Sampang tersebut.

Kuasa hukum KH. Mahrus Ali, Syaiful Bahri mengatakan, Imigrasi Malaysia di Kuningan Jakarta Selatan melalui humasnya, Fijar, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan teknis sistematis record paspor yang dialami oleh pemilik paspor bernama Mahrus Ali.

“Saya mohon maaf atas kesalahan teknis sistematis record paspor yang menimpa pada tokoh muda asal Sokobanah Sampang itu,” ucapan maaf Imigrasi Malaysia yang disampaikan Senin (13/1/2020).

Selain itu, Fijar mengklaim bahwa di data Imigrasi Indonesia ada 3 pemilik paspor yang mempunyai nama dan tanggal lahir yang sama, sehingga sistem rekaman paspor Imigrasi Malaysia langsung merekam tiga nama sekaligus, termasuk pemilik paspor atas nama Mahrus Ali, asal Sokobanah, Sampang tersebut.

“Sekali lagi kami ucapkan mohon maaf, karena pada saat itu ada 3 nama serta tanggal lahir yang sama,” imbuhnya

Sementara itu, kuasa hukum KH. Mahrus Ali, Syaiful Bahri sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kesalahan semacam ini tidak seharusnya terjadi di dunia internasional.

“Kami sangat menyesalkan kajadian ini, kok bisa terjadi kesalahan record, padahal ini tingkat internasional service,” ungkapnya.

Ia juga berharap, ke depan sistem pelayanan tingkat internasional itu bisa diperbaiki supaya tidak ada lagi korban serupa, karena selain merugikan korban, hak tersebut bisa merusak hubungan antarnegara

“Ke depan saya harap tidak terjadi kesalahan seperti ini, karena selain merugikan korban, juga merusak hubungan antarnegara,” tutupnya. (km49/waw)

 

Komentar

News Feed