Derby Suramadu, Madura United Bertekad Patahkan Ambisi Pelatih Persebaya

Olahraga47 views

KABARMADURA.ID | Laga Derby Suramadu dipastikan seru. Madura United kembali akan menunjukkan betapa angkernya Stadion Gelora Bangkalan (SGB) kepada Persebaya Surabaya, Minggu (17/9/2023).

Madura United tampil sebagai tim yang paling rajin membobol gawang lawan-lawannya di musim ini. Sementara Persebaya Surabaya, menunjukkan diri sebagai tim yang sulit dibobol dalam lima pekan terakhir.

Status sebagai pemuncak klasemen Liga 1 tidak terlepas dari penampilan skuad Madura United yang menjadi tim paling produktif hingga saat ini; melesatkan 21 gol dari 11 laga yang dijalani.

Situasi positif juga melekati Persebaya Surabaya. Tim berjuluk Bajol Ijo ini tidak tersentuh kekalahan dalam liga laga terakhirnya. Tim yang diarsiteki Uston Nawawi ini empat kali menang dan satu kali imbang.

“Laga tersebut akan menjadi uji gengsi pertahanan kuat Persebaya dan produktivitas gol dari skuad Madura United,” ujar pentolan suporter Taretan Dhibik, Munadi.

Uston Nawawi mengakui Madura United merupakan tim yang sangat bagus. Kendati begitu, dirinya tidak gentar. Karena itulah, pelatih asal Sidoarjo ini mengaku sudah mengevaluasi kinerja anak asuhnya agar lebih baik saat merumput di kendang Madura United FC.

“Kami evaluasi semuanya. Baik yang bertugas di lini depan maupun pemain yang menjadi tembok di lini bekalang, termasuk tuntutan kreasi pemain di lini tengah,” ujar Uston Nawawi.

Ambisi Beri Kekalahan Kandang Pertama Madura United

Uston Nawawi mengaku punya ambisi kuat mengalahkan Madura United. Sebab, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini tidak pernah kalah saat berlaga di kandang pada musim kompetisi tahun ini. Kekalahan kandang pertama Madura United adalah harga mati bagi Persebaya Surabaya.

“Dari lima laga kandang, Madura United tidak terkalahkan; menang empat laga dan satu laga imbang. Kami berambisi mematahkan catatan mentereng tersebut,” terang Uston Nawawi.

Baca Juga:  General Manager Madura United: Tiga Pemain Asing Masih Digodok

Kepercayaan diri pelatih berumur 46 tahun ini tidak terlepas dari kesuksesan memutus tujuh laga tak terkalahkan Borneo FC. Bajol Ijo sukses menekuk lutut Pesut Etam dengan skor 2-1. Modal inilah yang menjadi spirit dan keyakinan tersendiri bagi Persebaya untuk mempermalukan Madura United di depan suporternya sendiri.

“Tentu kami punya strategi tersendiri dalam menghadapi Madura United nanti. Permainan atraktif Persebaya saat mengalahkan Borneo FC, bisa saja kami terapkan di SGB. Bisa juga kami menampilkan strategi lainnya. Karena setiap laga, nuansanya berbeda,” terangnya.

Patahkan Ambisi Persebaya Surabaya

Psywar yang dilontarkan Uston Nawawi rupanya direspons serius oleh Pelatih Madura United Mauricio Sauza. Bagi juru taktik asal Brasil ini, perang urat saraf yang diketengahkan Persebaya Surabaya meski disikapi secara tenang. Pihaknya juga punya ambisi untuk mematahkan ambisi Persebaya.

“Kami sudah berlatih keras. Semua pemain sangat siap. Mereka yang paling siap lah yang nantinya diturunkan melawan Persebaya Surabaya,” ujar Mauricio.

Sejatinya, Mauricio tidak peduli anak asuhnya akan menjalani laga kandang maupun kandang. Sebab, baginya, semua pertandingan sifatnya sama. Dengan begitu, persiapannya harus juga sama-sama matang.

Meski begitu, kehadiran pemain kedua belas alias suporter diakuinya sangat berdampak terhadap semangat tim. Juru taktik berusia 49 tahun ini berharap para suporter memadati SGB. Mauricio pun menitip salam hangat buat Taretan Dhibik, Trunojoyo Mania, Peccot Mania, dan K-Conk Mania. Termasuk ke Ultras Madura.

“Gemuruh dukungan suporter tentu akan menjadi energi tambahan bagi pemain untuk meraih poin sempurna,” tegasnya.

Mauricio menekankan kepada para pemainnya untuk tidak tinggi hati jelang melawan Persebaya Surabaya. Apalagi sampai meremehkannya.

Keperkasaan Madura United saat tampil di hadapan suporternya sendiri, empat kali menang dan sekali imbang, diharapkan jadi pelecut untuk lebih baik. Bukan malah mengentengkan lawan-lawannya. Apalagi yang dihadapinya pada pekan ke-12 nanti tim kuat bernama Persebaya Surabaya.

Baca Juga:  Madura United Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit di Laga Melawan Persik Kediri

Siapakah pemain Persebaya Surabaya yang paling disoroti? Mauricio mengaku semua pemain Persebaya Surabaya harus diwaspadai. Baik yang bertugas di lini serang, pertahanan, maupun di lini tengah mesti dicermati pergerakannya.

Baik Uston Nawawi maupun Mauricio Sauza, bertekad menampilkan permainan yang menyita perhatian dalam Derby Suramadu nanti. Keduanya sudah menyiapkan strategi yang muanya nanti menjurus pada kemenangan. 

Tidak Terpental dari Puncak Klasemen

Saat ini, Madura United berada di posisi teratas klasemen Liga 1 dengan raihan 23 poin. Sementara Persebaya Surabaya nangkring di posisi keenam dengan 18 poin. 

Di posisi kedua yang berpotensi menyamai poin Madura United ialah Barito Putra. Jika Madura United nanti kalah ke Persebaya dan Barito Putra menang, otomatis poinnya sama, yaitu 23. 

Dalam pada itu, posisi pemuncak klasemen tetap akan direngkuh Madura United. Sekalipun misalnya poin Barito Putra sama, Madura United tetap diunggulkan karena menang head to head atas Barito Putra, karena di laga sebelumnya Madura United menang di kandang Barito Putra.

Menang menang secara head to head, Madura United kalah surplus gol dari Barito Putra, yaitu 10 berbanding 8. Rinciannya, 13 gol kemasukan dan 21 gol memasukkan Madura United. 

Bagaimana dengan Persebaya? Tim yang berpusat di Kota Surabaya ini hanya memiliki sebiji surplus gol. Hitungannya ialah 12 gol kemasukan dan 13 gol memasukkan. Produktivitas golnya jelas kalah jauh dibanding Madura United FC.

Produktivitas Gol 

Madura United Vs Persebaya Surabaya

8 surplus gol 1 surplus gol

13 gol kemasukan 12 gol kemasukan

21 gol memasukkan 13 gol memasukkan

Redaktur: Hairul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *