Desa di Kabupaten Sampang Diminta Sisihkan Rp15 Juta DD untuk Penanganan Covid-19

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang-Seluruh desa di Kabupaten Sampang, dituntut untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Bahkan setiap desa dapat menganggarkan dana pencegahan covid melalui dana desa (DD) senilai Rp15 juta.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Malik Amrullah. Menurutnya, semua komponen dan elemen masyarakat harus kompak dan bahu membahu dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19. Untuk itu, setiap desa diberikan kewenangan untuk menganggarkan program dan kegiatan penanganan Covid-19 melalui DD masing-masing desa.

Bacaan Lainnya

“Setiap desa paling sedikit dapat menganggarkan Rp15 juta untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 ini,” ungkapnya, Senin (13/4/2020).

Dirinya menjelaskan, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembuatan masker, serta kegiatan pencegahan lainnya. Khusus untu pembuatan masker, dalam proses pembuatannya pemerintah desa harus tetap memanfaatkan secara maksimal semua potensi desa yang dimiliki, sehingga dana tersebut dapat berputar di wilayah itu dan bisa mendorong perekonomian masyarakat di desa tersebut.

Selain itu lanjut Malik, dana yang diambilkan dari DD itu dapat digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD), seperti alat cuci tangan dan semacamnya. Pemerintah desa wajib memprioritaskan penduduk lokal untuk memproduksi masker, yakni meminta para penjahit di desa itu untuk berproduksi agar dibeli oleh pemerintah desa dan dapat dibagikan kepada masyarakat setempat secara gratis.

Sambung Malik, semua masyarakat desa juga diimbau tetap menjaga kebersihan, pola hidup sehat dan wajib mengikuti anjuran menggunakan masker saat hendak beraktivitas atau keluar rumah, terlebih pemerintah desa sudah menyalurkan bantuan masker untuk tetap menjaga kewaspadaan, pencegahan Covid-19 di daerah yang berjuluk Kota Bahari ini, sehingga Sampang tetap berada pada zoba hijau covid serta pandemi ini segera selesai.

“Untuk pengadaan masker ini harus mengutamakan penduduk desa setempat, jikalau tidak ada, minimal satu wilayah kecamatan, agar manfaat perputaran uang dapat dirasakan oleh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *