Desa Dumajah Fokus Kembangkan Ternak Bebek

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MENGAWASI: Ansori saat menjaga bebek yang ada di kandangnya di Desa Patemon, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, TANAH MERAH-Perkembangan industri peternakan di Bangkalan tengah menjadi opsi pilihan yang menarik banyak warga. Selain memang inovasi olahan yang menjadi produk ikon di Kota Dzikir dan Shalawat itu, menu bebek juga diyakini mudah diolah dan juga gampang cocok di lidah masyarakat.

Industri ternak bebek juga mendapat perhatian banyak para pengusaha, lantaran pemeliharaannya terbilang cukup mudah dan praktis, juga tidak memakan banyak tempat. Asal bisa dikelola dengan baik. Sehingga tetap ramah lingkungan.

Salah satu usaha ternak tersebut juga dilakukan seperti membuka usaha bebek potong. Seperti yang dilakukan oleh beberapa warga Desa Dumajah, Kecamatan Tanah Merah yang tengah konsisten menggeluti usaha tersebut.

Permintaan konsumsi bebek nyatanya lebih banyak daripada kemampuan produksi ternak. Sehingga masih banyak yang ingin dan tertarik di usaha tersebut. Meskipun memang masih banyak kekurangan dan kendala seperti tidak ramah lingkungan, dan mudah kehilangan.

Salah satu warga Desa Dumajah yang memiliki usaha ternak bebek dan bebek potong, Ansori menjelaskan, usaha bebeknya sejak 3 tahun lalu terus berkembang, san terus mendapatkan keuntungan besar. Sebab, sebagian besar dari konsumsi bebek masyarakat dan warung makan disuplai oleh lelaki usia 38 tahun itu.

“Saya sudah 3 tahun usaha bebek potong, dan jarang merasa mendapatkan kerugian,” katanya.

Menurut Ansori, kuliner bebek sudah menjadi yang paling dicari di Madura, khususnya Bangkalan. Sebagai ikon yang terkenal seperti bebek sinjay, dan bebek rizki, setiap hari pastilah menghabiskan lebih dari 100 potong bebek setiap hari. “Yang usaha kuliner banyak, bisa dibayangkan berapa kebutuhan mereka dan dapat darimana,” tuturnya.

Kata Ansori, usaha bebek memang mudah dan praktis, hanya saja banyak yang tidak bisa bertahan lama. Sebab, mereka masih kesulitan untuk mendapatkan peluang penjualan yang besar.

“Mereka banyak yang berhenti sebelum tuntas usahanya,” paparnya.

Sehingga peluang besar tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan dan bisa menjadi usaha bersama di Desa Dumajah. Dengan harapan nanti bisa menjadikan dorongan untuk mengembangkan desa dari sektor peternakan.

“Untung-untung nanti desa menjadi pusat industri ternak bebek,” ulasnya.

Dijelaskannya, saat ini ada sekitar 14 pengusaha ternak bebek di Desa Dumajah, tapi hanya sekitar 6 pengusaha yang konsisten mensuplai bebek potong pada rumah makan besar. Sisanya hanya dijual dan didistribusikan ke pasar tradisional. “Saya harap ini bisa jadi sentra produksi, sehingga para pengusaha tetap kuat meski di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. (hel/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *