Desa Karduluk Gelar Bimtek Pokja Relawan Pendataan SDGs Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) TANGGAP: Aparatur Desa Karduluk getol berikan pemahaman masyarakat dalam rangka pengembangan potensi desanya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Guna mengindahkan anjuran dari pemerintah baik pusat maupun daerah, aparatur Desa Karduluk memfasilitasi sosialisasi untuk mengkondusifkan dan reflek terhadap program-program positif.

Program positif itu seperti yang disampaikan oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Karduluk Suaidi, sosialisasi yang digelar  antaranya musyawarah desa (musdes) pembentukan dan pembekalan pokja relawan pendataan desa Sustainable Development Goals (SDGs).

Pokja SDGS diketuai langsung oleh sekretaris desa (sekdes) dan kasi Pemerintahan Kecamatan Pragaan sebagai sekretaris, membawahi beberapa enomerator yang bertugas menyampaikan kuesioner pada level RT, keluarga, dan individu.

“Desa kami menggelar sosialisasi, terbilang paling perdana se-Kecamatan Pragaan, karena sebagai wujud gerak cepat dan segera terlaksana pendataan ini, sifatnya tidak mendesak tetapi lebih cepat lebih baik,” kata dia. (27/4/2021).

Pria yang dikenal tegas itu melanjutkan, untuk program SDGs merupakan rekomendasi dari Kementerian Desa, guna mengefektifkan penggunan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes), misalnya membantu pengelolaan pengembangan potensi desa, untuk menuju desa mandiri. Selain itu bertujuan agar desa bebas kemiskinan, kelaparan, dan aman Covid-19.

Artinya, program-program pembangunan berkelanjutan yang dibiayai pemerintah pusat melalui dana desa (DD) itu mempunyai fungsi berkepanjangan. Utamanya dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan pendapatan keuangan desa atau biasa dikenal PADes.

Apalagi potensi-potensi yang dimiliki desa yang terkenal dengan sebutan Kota Ukir itu cukup kaya, selain meuble sendiri juga ada gula merah.

“Sehingga kami melibatkan masyarakat di setiap dusun terutama perempuan, kami berikan pemahaman agar pendataan atau SDGs segera selesai sesuai target kami,” imbuhnya.

Pendamping Desa (PD) Kecamatan Pragaan Hari Hidayat menjelaskan, dengan melancarkan program yang sudah diselenggarakan, dengan harapan atau target di tahun 2022 seluruh APBDes baik yang bersumber dari dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).

“Jadi penggunaannya tepat sasaran, sehingga puncaknya ketika sektor perekonomian kecipratan anggaran pembangunan juga, secara otomatis menuju desa mandiri segera terwujud,” jelasnya. (ara/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *