oleh

Desa Terdampak Kekeringan di Kabupaten Sampang Diprediksi Bertambah

Kabarmadura.id/Sampang-Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, belum melakukan persiapan dalam upaya penanganan bencana alam tahunan yakni kekeringan. Akibatnya, desa terdampak kekeringan diprediksi akan bertambah.

Hal itu diakui oleh Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Moh. Imam. Menurutnya, desa yang terdampak kekeringan pada tahun 2019 tercatat sebanyak 98 desa dari total 186 desa/kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan.

Rinciannya, desa kering kritis berjumlah 67, kering terbatas 10 desa dan kering langka 21 desa. Pihaknya mengakui, saat ini belum melakukan persiapan apapun untuk menghadapi bencana alam musiman itu. Pihaknya berdalih masih menunggu surat resmi dari BMKG Surabaya, terkait permulaan musim kemarau tahun ini.

“Untuk sementara kami hanya mengantisipasi dengan memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujar Imam saat dikonfirmasi Kabar Madura, Selasa (30/6/2020).

Kata dia, sebelum instansinya melangkah lebih jauh, pihaknya harus mengumpulkan para camat terlebih dahulu, untuk memastikan apakah ada penambahan sebaran desa terdampak kekeringan dan tidak tahun ini di Sampang.

Tetapi, kata Imam, jika mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, penambahan desa kekeringan itu biasanya terjadi di desa kering kritis. Sebab upaya penanganan kekeringan dari instansinya hanya bersifat jangka pendek, yakni sebatas melaksanakan droping air ke sejumlah desa terdampak.

“Kalau jumlah desa terdampak masih dimungkinkan bertambah. Sedangkan kouta bantuan droping air, hingga kini masih belum dirumuskan. Prinsipnmya kami tidak mengabaikan kekeringan,” kelitnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang meminta BPBD melakukan antisipasi dini menyambut datangnya musim kemarau, karena bencana kekeringan di wilayah itu hingga kini belum dapat tertangani secara maksimal.

Dia menceritakan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, pemkab tidak bisa menangani bencana kekeringan secara maksimal, semisal droping air ke desa kekeringan tidak merata dan sebagainya. Hal itu, ditengari lantaran kekurangan persiapan lebih awal dalam proses penanganan.

“Mestinya BPBD mempersiapkan diri sejak awal dalam mengantisipasi bencana kekeringan ini, kami harap tahun ini penanganan kekeringan lebih maksimal, droping air merata dan bisa terus menekan jumlah desa terdampak kekeringan dari tahun sebelumnya,” harapnya. (sub/pin)

 

 

Komentar

News Feed