Desak Bagian Perekonomian Sampang Berinovasi Serap DBHCHT

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ FATHOR RAHMA) OPTIMALKAN REALISASI: Aturan baru tentang penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) harus dioptimalkan melalui inovasi dalam penyalurannya.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sulitnya menyerap 100 persen anggaran yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), menuai respon dari kalangan wakil rakyat. Mereka mendesak, agar realisasi dari dana tersebut harus maksimal melalui kreativitas dan inovasi.

Sehingga, adanya aturan baru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK RI) Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi DBHCHT tidak lagi mengganjal realisasi di lapangan. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Sampang Khusnul Yaqin, Minggu (20/6/2021).

Bacaan Lainnya

“Kesulitan pasti ada dengan adanya aturan baru. Namun, hal itu perlu kreativitas pemerintah dalam mengelola anggaran, meskipun hanya fokus pada kebutuhan produksi tembakau,” ujarnya.

Menurutnya, eksekutif harus lebih peka untuk memaksimalkan anggaran. Sehingga, penyerapan lebih tinggi. Salah satunya, harus mengetahui kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk petani. Seperti, perbaikan akses pertanian tembakau dan pengadaan alat mesin pertanian (alsintan).

Termasuk, sejumlah kegiatan lainnya yang belum tersentuh oleh pemerintah selama ini.  “Saya berharap, adanya DBHCHT ini jangan disia-siakan. Anggaran harus dimaksimalkan penyerapannya. Maka, pemerintah harus mengevaluasi untuk menggunakan anggaran yang cukup tinggi ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, prediksi serapan DBHCHT akan lebih sedikit. Bahkan diyakini, hanya terserap 50 persen dari total anggaran. Sedangkan, DBHCHT di Kabupaten Sampang sebesar Rp26.868.443.000. Jumlah tersebut, meningkat Rp2 miliar dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp25 miliar.

Kepala Bagian (Kanbag) Perekonomian Sekretariat Pemkab Sampang Juwaini  melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perekonomian Agus Utomo berjanji, akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan serapan DBHCHT tahun ini. Sehingga, anggaran bisa direalisasikan seoptimal mungkin.

“Kami akan data petani tembakau. Selanjutnya, kami prioritaskan kebutuhannya. Sehingga akan diketahui apa saja yang bisa direalisasikan. Agar anggaran lebih terserap dan tidak melanggar aturan,” responnya.  (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *