oleh

Desak Perhatikan Nasib Pedagang Margalela

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Meruginya para pedagang, akibat revitalisasi Pasar Margalela Kabupaten Sampang cukup mendapat respon dari kalangan para wakil rakyat. Mereka menilai, kebijakan tersebut sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini diungkapkan, Anggota Komisi I DPRD Sampang, Aulia Rahman, Senin (1/3/2021).

Menurunya, pemerintah harus membuat kebijakan khusus bagi pedagang yang dirugikan.  Minimal, mengenai kemudahan untuk mendapatkan lokasi penataan baru. . Sebab, mayoritas pedagang masih baru dan belum menikmati keuntungan di Pasar Margalela.

“Harus ada perhatian khusus soal nasib pedagang. Rata-rata, mereka gagal karena pasar tidak dikelola dengan baik. Sehingga pengunjung lebih sedikit,” ujarnya.

Dikatakan, setiap kerugian pedagang yang diakibatkan karena lemahnya pengelolaan  merupakan tanggung jawab pemerintah. Sebab, kerugian pedagang akibat tidak adanya pengunjung, apalagi sempat dilakukan penutupan.

Aulia Rahman meminta, agar pemerintah memberikan fasilitas lebih kepada pedagang lama. Sehingga, mereka bisa mengembangkan bisnis yang sempat tertunda. Terlebih, para pedagang yang sudah bayar sewa, akan tetapi harus berhenti lantaran barang dagangan tidak laku.

Pihaknya mengaku, upaya penataan ulang yang dilakukan pemerintah sangat bagus. Bahkan, terobosan luar biasa untuk menghidupkan Pasar Margalela. Namun, harus ada kebijakan khusus bagi pedagang lama. Khususnya, pedagang yang masih ingin melanjutkan bisnisnya di lokasi yang sama.

“Pemerintah tidak harus melakukan ganti rugi berupa nominal. Tapi, pedagang lama harus menjadi prioritas. Dengan dasar tetap wajib mematuhi peraturan yang ditentukan pasca penataan ulang,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya berharap dalam penataan ulang pemerintah tidak setengah-setengah. Sehingga, hasilnya maksimal dengan target mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di pasar tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan mengaku, adanya penataan ulang merupakan bentuk keseriusan pemerintah. Sehingga, ditargetkan pasar ramai dan mendongkrak PAD. “Ini bentuk keseriusan pemerintah. Makanya dikosongkan untuk ditata ulang,” responnya singkat. (man/ito)

Komentar

News Feed