Desak Polres Tangkap Pelaku Pengeroyokan

  • Whatsapp
MINTA KEADILAN: Nur Mohammad Ramadhan (24) dan Yanto (59) menunjukkan menunjukkan bukti laporannya. 

Kabarmadura.id/Pamekasan-Kasus pengeroyokan orang tidak dikenal yang dialami, Nur Mohammad Ramadhan (24), warga Dusun Barat, Desa Nyalabuh Daya, Pamekasan, Minggu (20/10), hingga saat ini belum ditemukan pelakunya.

Lantaran Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan yang belum menangkap pelaku, Yanto (59) orang tua korban, meminta agar aparat segera menangkap pelaku, Kamis (24/10).

Sebab, pihaknya mengetahui identitas pelaku berdasar keterangan anaknya. Sehingga pada saat kejadian,  langsung melaporkan ke kepolisian setempat. Sayangnya, setelah menerima surat laporan polisi nomor; LP/265/X/2019/JATIM/RES PMK.

Saat melaporkan, Nur Mohammad Ramadhan juga memberikan bukti berupa foto berisi pelat nomor kendaran yang dikendarai oleh dua pelaku. Dengan demikian, Yanto (59) menyimpulkan, dua pelaku tersebut mudah ditemukan. Terlebih, pihaknya tidak ingin bertindak sendiri, lantaran kasus tersebut sudah dipasrahkan ke pihak yang berwenang.

“Saya meminta kepada Polres dalam menangani kasus ini agar kooperatif dan segera tangkap dua pelaku itu. Saya tahu identitas dua pelaku itu karena saya juga melakukan penyelidikan sendiri dan ada seseorang yang memberi informasi ke saya. Bahkan ada seorang mediator yang meminta ke saya agar kasus ini berdamai saja, tapi saya tidak mau, biar hukum yang menindak,” ucapnya,

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan Iptu Andri Setya Putra mengaku sedang menyelidiki kasus tersebut. Menurutnya, setelah empat hari kejadian ini, penyidiknya belum menemukan titik terang untuk mengungkap pelaku.

“Anggota kami masih menyelidiki guna menemukan pelakunya, mohon waktu, kami masih belum bisa memastikan tanpa bukti yang kuat, mohon waktu ya mas, yang  jelas angota opsnal kami masih intens untuk ungkap pelakunya,” respon singkatnya.

Untuk diketahui, Nur Mohammad Ramadhan, saat itu sedang berboncengan dengan Hodri yang tidak lain temanya. Mereka mengendarai sepeda motor dan melaju dari arah barat melewati Jalan Sersan Mesrul.

Sesampainya di depan Gang V Jalan Sersan Mesrul, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor vario putih dari arah timur yang berboncengan menghidupkan lampu sein kanan secara mendadak dan langsung belok masuk ke gang.

Saat ingin belok ke gang itu, pengendara tersebut tiba-tiba melontarkan kalimat kotor berbahasa Madura ‘Patek’ (Anjing) kepada Nur Mohammad Ramadhan dan temannya.

Mendengar lontaran kalimat kotor tersebut, dirinya langsung berhenti dan tiba-tiba pengendara yang sudah belok masuk ke gang itu berbalik arah menghampirinya.

“Ketika orang itu menghampiri saya sempat terjadi cekcok saling adu mulut, tiba-tiba orang itu memukul saya dua-duanya dan teman saya,” ucapnya.

Bahkan, kata Nur Mohammad Ramadhan saat dirinya dikeroyok oleh dua orang tak dikenal itu warga setempat tidak ada yang melerainya. Padahal ada warga yang menyaksikan kejadian pengeroyokan itu. Justru ada warga sekitar yang malah mencaci dia dan temannya dengan nada kotor.

“Ya karena saya dan teman saya sudah merasa yakin kalah lantaran sudah dikepung, akhirnya saya pulang ke rumah dengan keadaan hidung berdarah, mata lebam dan langsung mengajak orang tua saya untuk melaporkan kejadian ini,” paparnya.

Akibat dari pengeroyokan malam itu, Nur Mohammad Ramadhan mengalami lebam di mata sebelah kanan, hidung lebam dan keluar darah.

“Malam itu mata saya ditonjok, lalu saya jatuh dan hidung saya juga ditonjok. Teman saya yang mau melerai itu dipukul kepalanya,” tuturnya. (rul/ito/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *