Desak Satgas Maksimalkan Pantau Warga

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) FADOL: Ketua DPRD Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Semakin banyaknya warga Madura, khususnya di Kabupaten Sampang yang mulai pulang kampung halaman dari tanah rantau, baik dari Jawa, bahkan dari luar negeri, harus disikapi secara serius. Untuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran covid-19 di wilayah itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang mendesak Tim Satgas Corona setempat memaksimalkan pemantauan terhadap warga yang baru pulang dari tanah rantau, sebab orang yang baru pulang itu sudah dikatagorikan orang dalam resiko (ODR).

Hal itu disampaikan ketua DPRD Sampang Fadol. Menurutnya, saat ini di desa-dasa di wilayah Sampang mulai banyak berdatangan warga dari tanah rantau. Pihaknya meminta tim Satgas untuk memperketat pengawasan terhadap ODR tersebut, utamanya warga yang baru datang dari perantauan. Di sisi lain, pihaknya juga meminta untuk meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk ke wilayah Pulau Garam, khusus ke daerah yang berjuluk Kota Bahari ini.

“Kami mendesak Tim Satgas Sampang harus memaksimalkan pemantauan warga yang baru pulang dari parantauan. Harus meningkatkan pemantauan dan pengawasan di pintu masuk Sampang, jangan sampai lengah dan santai-santai, karena bisa vatal,” ungkap Fadol.

Tak hanya itu, Politisi partai PKB itu juga meminta semua kepala desa di Sampang proaktif mendata semua warganya yang baru pulang dari daerah lain, khususnya dari daerah zona merah wabah mematikan itu. Hal itu sebagai upaya untuk mendeteksi dini penyebaran Covid-19. Pihaknya mengaku hingga saat ini masih menunggu tindak lanjut dari tim satgas untuk lebih memaksimalkan pengawasan.

Pihaknya juga mendorong sosialisasi untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat, harus terus digalakkan secara masif, dan meminta semua kepala desa melakukan pendataan secara mandiri setiap warga yang baru datang dari perantauan. Bahkan, setiap kepala desa wajib terbuka terkait adanya warga yang baru datang, jangan sampai disembunyikan, karena yang paling tahu adalah pemerintah desa setempat, makanya setiap desa wajib proaktif melaporkan ke tim satgas, agar bisa terpantau.

“Sebenarnya, terkait antisipasi ini sudah kami sampaikan kepada Bupati. Kami masih menunggu tindak lanjut dari tim Satgas Covid ini, terkait langkah ke depannya, karena ini harus ditangani secara serius,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto menegaskan, bahwa setiap desa sudah diperintahkan untuk  merubah (APBDes) untuk memasukkan program-program antisipasi Corona, dan setiap desa wajib membentuk relawan desa guna melawan covid 19 serta melakukan edukasi dan sosialisasi  terkait covid-19 kepada masyarakat. Selian itu, melakukan penyemprotan disinfektan dan menyediakan cairan pembersih tangan , pemakaian masker bagi yg batuk batuk, bahkan harus menyiapkan angkutan bagi pasien positif Corona.

“Semua desa harus tanggap dan wajib menyediakan semua fasilitas terkait pencegahan dan penanganan corona melalui DD. Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa dengan pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD) serta harus tetap memprioritaskan anggota keluarga miskin,” singkatnya. (sub/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *