oleh

Dewan Bangkalan Ngotot Kunker di Tengah Wabah Covid-19

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Kendati wabah Covid-19 masih belum berakhir. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan ngotot melakukan perjalanan dinas keluar daerah. Sesuai informasi yang beredar para wakil rakyat itu mulai Rabu (30/9/2020) akan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Jawa Tengah.

Bahkan, hari ini seluruh anggota beserta pimpinan melakukan pemeriksaan cepat menggunakan rapid tes sebagai syarat untuk bisa melakukan kunker. Setidaknya ada 47 legislatif Bangkalan yang melakukan rapid tes.

Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad menyampaikan, dilaksanakannya kunker tersebut karena selama hampir 8 bulan ini tidak ada kunjungan. “Persyaratan kunjungan hanya rapid tes dan alhamdulillah sehat semua,” katanya usai melakukan rapid tes.

Dikatakannya, melakukan kunker di tengah wabah Covid-19 itu karena banyak permasalahan di Bangkalan yang harus dikaji dengan dengan melakukan kunjungan ke daerah lain yang mengacu pada kinerja yang sudah lebih baik.

“Sebentar kunkernya ini, paling 3 hari atau bisa lebih nanti. Perkiraan segitu,” jelasnya.

Mengenai anggaran yang disediakan untuk kunker, pihaknya enggan menjelaskan secara rinci. Dia hanya mengungkapkan, bahwa usai refocusing anggaran yang tersisa hanya Rp3 miliar. Dimana sisa anggaran tersebut masuk dalam kunker itu.

“Kalau secara rinci saya lupa, kalau secara global anggaran yang tersisa di kami hanya Rp3 miliar,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Ahmad Roniyun Hamid juga enggan dikonfirmasi mengenai berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk kunker tersebut.

Terpisah, salah satu aktivis Bangkalan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan Moh. Thoifur Syairozi menyayangkan adanya kunker di tengah wabah Covid-19. Kata dia, seharusnya para anggota dewan ini harus bisa lebih mengedepankan mengenai persoalan kesehatan masyarakat Bangkalan.

“Ini malah kunker, seharusnya bisa lah lebih mementingkan penanganan wabah Covid-19, dewan seharusnya pro aktif ikut membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19  agar penularannya tidak semakin tinggi,” katanya.

Ditegaskan Thoifur, di tengah wabah Covid-19 seharusnya para wakil rakyat bisa lebih peduli terhadap kondisi masyarakat di bawah. Saat ini masih banyak bantuan sosial yang belum sepenuhnya merata, bahkan pendataan masih amburadul.

“Dari pada biayanya hanya dibuang untuk kunker alangkah lebih baik jika anggaran itu untuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” pungkasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed