Dewan Baru Diharapkan Beri Inovasi di Parlemen

  • Whatsapp
KM/KHOYRUL UMAM SYARIF TERMUDA: Ambar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) usia muda.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Lima puluh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan periode 2019-2024, didominasi oleh pemuda yang masih minim pengalaman di parlemen. Kendati demikian, harapan besar pada politisi muda untuk bisa memberikan inovasi di kebijakan pemerintahan mulai muncul dari masyarakat.

Pengamat politik Bangkalan Surokim mengungakapkan, anggota legislatif muda itu mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Surokim menyebut, kelebihan politikus muda itu, biasanya lebih pada energi positif yang kuat dan berlimpah untuk terus menciptakan perubahan. Semangat perubahan dengan progresivitas dan akselerasi yang lebih itu, bisa diandalkan untuk menciptakan inovasi di parlemen.

“Namun itu juga tergantung kapasitas dan kompetensi masing-masing anggota. Minusnya pengalaman biasanya pemahaman teknis dan konteksnya belum cukup,” paparnya, Kamis (29/8).

Masih menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut, anggota dewan baru proses adaptasinya harus lebih cepat. Inisiatifnya dalam mengawal kebijakan juga harus lebih kuat.

Tak hanya itu, Surokim mengatakan, para politisi muda itu harus menjadi pelopor zona integritas, guna meraih trust dan respect publik. Mereka harus menjadi inisiator parlemen 2.0 untuk mempercepat semangat reformatif kinerja dewan.

“Bila perlu bimtek teknis untuk anggota dalam kaitan parlemen 2.0 bisa segera  diinisiasi, direncanakan dan diadaptasi lebih cepat sehingga muncul semangat perubahan baru sesuai kebutuhan dan kehendak zaman mutakhir saat ini,” tambahnya.

Dosen mata kuliah komunikasi politik ini mengungkapkan, dewan baru perlu membuat terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif untuk menunjang dan meningkatkan kinerja mereka periode ini. Apalagi anggota dewan yang baru didominasi oleh usia muda.

“Semangat baru ini yang menurut saya harus ada di anggota-anggota baru parlemen Bangkalan,” tukasnya.

Dirinya juga menjelaskan, para legislator muda harus menjadi pembelajar yang cepat dan progresif, agar tugas-tugas di parlemen efektif dan efisien serta berdampak pada output dan outcome kinerja dewan.

Untuk mengubah perspektif masyarakat mengenai kinerja anggota dewan yang bermalas-malasan, Surokim mengatakan, anggota dewan yang masih muda ini wajib dan harus beradaptasi, sebab, masa adaptasi yang kelamaan bisa membuat persepsi publik masih sama dengan dewan yang lalu-lalu.

“Ya semua tergantung semangat mereka apa bisa menjadi pembelajar yang cepat. Saya berharap mereka bisa akseleratif,” harapnya.

Berdasarkan keterangan Kepala Bagian Hukum dan Persidangan Rinchi Listanti menjelaskan, dari 50 anggota legislatif yang telah dilantik, hampir separuhnya berusia muda dari umur 22 tahun hingga 30 tahun.

“Hampir separuhnya, sepertinya parlemen diisi dengan anggota dewan usia muda, seperti Ambar dari partai Gerindra itu, banyak lagi yang lain,” tandasnya. (ina/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *