Dewan Bentuk Tim Khusus Verfak BPNT

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan – Permasalahan terhadap realisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, masih belum menemui titik terang. Untuk memastikan berbagai kecurigaan terhadap dugaan berbagai persoalan BPNT, Komisi D DPRD Bangkalan memanggil tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman mengatakan, pihaknya masih belum puas dengan hasil sidak yang dilakukan di kantor Dinsos setempat beberapa waktu lalu. Dirinya masih bersikukuh, bahwa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tidak dipegang oleh penerima BPNT. 

Selain melakukan pemanggilan tim pendampingan PKH, Abdurrahman juga membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi faktual (Verfak) untuk menemukan bukti-bukti adanya ketidakvalidan dalam data penerima BPNT yang dipegang oleh Dinsos. 

“Saya sudah bentuk tim khusus untuk memastikan penerima BPNT ini benar-benar warga miskin dan mereka benar-benar telah memegang kartu jumbo ini,” jelasnya di kantor dewan usai melakukan hearing, Senin (1/7).

Tim verfak yang dibentuk oleh Abdurrahman ini berfungsi untuk mengungkap dan menemukan bukti yang belum dia peroleh saat melakukan sidak di Dinsos. Tim tersebut, menurut Abdurrahman terdiri dari 7 orang yang diterjunkan langsung ke beberapa desa sebagai sampel kejanggalan data penerima BPNT. Saat ini, tim khusus tersebut sudah melakukan pantauan di 3 desa. 

“Setelah kami diberikan data by name by address dari Dinsos. Kami sudah menurunkan tim khusus tersebut untuk menggali informasi-informasi yang telah diperoleh dewan,” tuturnya. 

Dari 3 desa yang didatangi oleh tim verfak yang dibentuk Abdurrahman. Ada temuan awal yakni adanya data penerima BPNT yang sudah meninggal, namun namanya masih tercatat di data tersebut. Dari situ, Abdurrahman mengatakan, bahwa dirinya tidak percaya terhadap data kemiskinan yang ada di Bangkalan.

“Dari setiap data, saya yakin warga miskin tidak sebesar itu,” ujarnya. 

Sementara itu, Koordinator Tim PKH Bangkalan Herwayhudi mengakui bahwa data dari kemensos mengacu pada data tahun 2015. Dari data tersebut,  menurutnya angka kemiskinan tidak turun. Meski fakta di bawah mengungkapkan angka kemiskinan di Bangkalan sebenarnya mengalami penurunan.

Masih menurut Herwahyudi, setiap tahunnya dirinya mengalami graduasi penurunan angka kemiskinan. Sehingga dirinya menyebut angka kemiskinan yang ada di Bangkalan pastinya mengalami perubahan. 

“Kita sudah melakukan graduasi, salah satunya di Kecamatan Geger. Ada 40 warga yang sudah tidak dianggap miskin. Sehingga mereka harus dicoret dari data penerima bansos,” katanya. 

Berdasarkan data penerima PKH sendiri, di Bangkalan tercatat ada 71.065 warga miskin. Namun data penerima ini menurut Herwahyudi mengacu pada updating tahap kedua yang telah dilakukannya. 

“Kami pastikan penerima PKH mengalami penurunan,” tukasnya. (ina/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *