oleh

Dewan Desak Bulog untuk Aktif Serap Hasil Gabah Petani

Program Serap Gabah Melalui Upsus Kurang Maksimal

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Kementerian Pertanian menargetkan serapan gabah rakyat tahun 2019 sebesar 1,5 juta ton. Serap gabah itu akan dilakukan bekerja sama dengan Bulog di seluruh daerah, termasuk di Pamekasan. Namun, hingga kini, pihak Bulog Subdivre XII Madura, yang berkantor di Pamekasan, dinilai lamban dalam melakukan serapan gabah rakyat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Ali mengatakan, berdasarkan laporan yang dia terima, harga gabah petani tahun ini kian merosot. Bulog mematok harga beli gabah kisaran Rp4.600 hingga Rp4.700 perkilogram. Harga tersebut dinilai sangat rendah, mengingat biaya pertanian sangat tinggi.

Selain harga yang rendah, menurut Ali, sosialisasi program serap gabah melalui program upaya khusus (Upsus) kepada petani dinilai kurang maksimal. Banyak petani yang tidak mengetahui terhadap program serap gabah tersebut.

“Akibatnya banyak petani yang tidak mau menjual gabahnya kepada Bulog,” katanya, Senin (1/4).

Ali meminta agar Bulog Subdivre XII Madura yang berkantor di Pamekasan, untuk segera melakukan upaya serap gabah petani. Tentunya, serapan gabah juga harus diimbangi dengan harga yang berpihak pada petani.

Sebab, jika harga beli gabah dibiarkan rendah, maka petani padi di Madura khususnya di Pamekasan akan kebingungan untuk menujual gabah-gabah mereka. Petani juga akan kelimpungan untuk menutup biaya produksi dan kebutuhan sehari-hari.

“Kami meminta agar Bulog Madura tetap menyerap gabah petani musim ini, tentunya dengan harga tinggi,” terangnya.

Sayang, pihak Bulog Subdivre XII Madura, belum bisa memberikan keterangan perihal serapan gabah petani di Madura tahun 2019. Namun sebelumnya, Bulog berkomitmen untuk tetap memberikan kebijakan yang terbaik untuk masyarakat di Madura khususnya di Pamekasan, terkait program serapan gabah. (pin/pai)

Komentar

News Feed