oleh

Dewan Khawatir, Pembangunan Desa Terganjal Lambannya Pencairan DD

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Mayoritas desa, di Kabupaten Sampang belum mencairkan dana desa (DD). Dari 180 desa yang tersebar di 14 kecamatan, hanya terdapat 24 desa yang merampungkan berkas untuk pencairan DD pada bulan Maret 2021. Sedangkan, 156 desa belum merampungkan berkas. Kondisi tersebut, cukup mengkhawatirkan untuk keoptimalan pembangunan di desa.

Sebab, apabila proses penyaluran DD dari kas Negara ke kas desa terlambat, maka proses pembangunan di tingkat desa yang berada di daerah juga akan terhambat. Apalagi, pagu anggaran DD cukup besar. Yakni mencapai Rp231.888.794.000. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sampang, Irham Nurdayanto, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, salah satu indikasi desa belum merampungkan berkas pencairan DD lantaran beberapa faktor. Yakni, sering kali adanya perubahan regulasi dan semacamnya, dan itu merupakan dampak adanya Covid-19. Sedangkan 24 desa yang sudah melakukan perampungan berkas pencairan DD, 16 diantaranya DD sudah masuk ke rekening desa.

Sedangkan 8 desa sisanya, dananya masih berada di Kantor Perwakilan Dana Perbendaharaan Negara (KPPN) Pamekasan dan belum di transfer ke desa. “Hanya 24 desa yang berkasnya lengkap. Sehingga, sebagian sudah disalurkan ke kas desa dan sebagian lagi masih proses penyaluran,” tuturnya.

Disinggung mengenai desa yang sudah merampungkan berkasnya, Irham tidak bisa menjabarkannya. Sebab, kasi yang menangani data tersebut sedang tidak berada di kantor. Hanya saja, yang jelas untuk 156 desa lainnya saat ini masih dalam proses penyusunan kelengkapan dokumen penyaluran DD.

Menurutnya, secara umum penyaluran DD dari kas Negara ke kas desa di tahun 2021 lebih cepat dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Sebab, pada pertengahan Februari kemarin sudah dilakukan proses penyaluran ke rekening kas desa. Adapun tahun sebelumnya, dilakukan pada akhir Maret.

“Yang lainnya masih menyusul secara bertahap,  karena ada dokumen-dokumen yang wajib dipenuhi oleh desa. Dan sekarang ini lebih cepat, kalau tahun sebelumnya itu disalurkan akhir Maret,” jelasnya.

Kendati demikian, berdasarkan regulasi penyaluran DD tahap pertama harus rampung pada April mendatang. Sebab, DD disalurkan tiga tahap. “Tahap pertama 40 persen, kedua 40 persen dan terakhir 20 persen. Yang jelas tahap pertama April ini sudah rampung,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sampang, Fauzan Adima menyarankan agar DPMD Sampang lebih aktif dalam mendampingi desa yang belum melakukan proses kelengkapan dokumen tersebut. Sebab, jika dibiarkan cenderung desa akan diam saja dan akan berdampak pada percepatan pembangunan.

“Saya khawatir, desa tidak mengetahui prosesnya. Makanya, peran DPMD disini sangat penting dalam memberikan pendampingan dan pembinaan. Jika sudah dilakukan, maka harus bersikap tegas,” responnya. (mal/ito)

Mayoritas Desa di Kabupaten Sampang Belum Melengkapi Berkas Pencairan Dana Desa (DD)

  • Terdapat 180 Desa di Kabupaten Sampang Yang Tersebar di 14 Kecamatan
  • Sebanyak 156 Desa Belum Merampungkan Berkas Pencairan DD
  • Hanya 24 Berkas Desa Yang Sudah Rampung untuk Pencairan DD
  • DD di 16 Desa Sudah Masuk ke Rekening Desa
  • DD di 8 Desa Masih Berada di Kantor Perwakilan Dana Perbendaharaan Negara (KPPN) Pamekasan dan belum di transfer ke desa

Berdasarkan Data di Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (DPMD)

  • DD Tahun Ini Mencapai Rp Rp231.888.794.000
  • Apabila Proses Penyaluran DD Dari Kas Negara ke Kas Desa Terlambat AKan Mempengaruhi Pembangunan di Tingkat Desa
  • Desa Belum Merampungkan Berkas Pencairan DD Lantaran Adanya Perubahan Regulasi Dampak Adanya Covid19
  • Proses Penyaluran DD dari Kas Negara Terbilang Cepat
  • Di Tahun Sebelumnya Penyaluran DD dari Kas Negara Dilakukan Pada Akhir Bulan Maret, Sedangkan Tahun Ini Pertengahan Februari Mulai Terproses

Komentar

News Feed