Dewan Pendidikan Janji Segera Usut Dugaan Pungli

  • Whatsapp
DUGAAN PUNGLI: Minimnya fasilitas komputer yang dimiliki sekolah diyakini menjadi faktor terjadinya pungutan terhadap siswa jelang UNBK.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sekolah di Pamekasan, mendapat perhatian dari Dewan Pendidikan Pamekasan (DPP). Namun, pungutan jelang pelaksanaan UNBK 2019 kepada siswa tersebut belum diketahui DPP secara detail. Kendati demikian, dugaan pungutan sebesar Rp150 per-siswa itu akan diusut tuntas.

Ketua Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan Shahibuddin mengatakan, dirinya mengaku prihatin setelah mendengar informasi terjadinya pungutan terhadap siswa di SMPN Satu Atap Panagguan 2 Proppo.

Namun demikian, pihaknya tidak bisa menentukan sikap terhadap adanya informasi tersebut. Selain belum mengetahui fakta yang terjadi di lapangan, selama ini, Dewan Pendidikan belum pernah dilibatkan dalam persiapan UNBK oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan.

“Nanti akan kami tindaklanjuti, sesungguhnya yang terjadi (pungutan, red) di bawah itu seperti apa,” katanya, Selasa (5/3).

Mantan rektor Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan itu memastikan, Dewan Pendidikan akan mengusut kasus pungutan terhadap siswa dengan dalih persiapan UNBK tersebut.

Apalagi, pungutan dengan menentukan nominal tidak dibenarkan oleh regulasi yang ada. Apapun alasannya, sekolah tidak diperbolehkan memberlakukan pungutan kepada orang tua siswa maupun peserta didik.

“Kami akan selesaikan persoalan ini dengan Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, temuan dugaan pungli terhadap 30 siswa di SMPN Satu Atap Panagguan 2 Proppo, diungkap oleh Bambang Irianto. Guru mata pelajaran matematika itu mengatakan, beberapa siswa mengeluhkan adanya biaya tambahan untuk pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut.

“Bahkan ada siswa yang mengaku ingin berhenti akibat adanya pungli itu,” ungkapnya.

Sayang, pengungkapan yang dilakukan Bambang ini malah dianggap biasa oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan. Kepala Disdik Moch, Tarsun melalui Kabid Pendidikan SMP Tayyib, mengaku bahwa pungutan yang dilakukan dilakukan dengan sukarela oleh orang tua siswa, maka hal itu tidak masalah.

“Yang penting sama-sama rela tidak ada masalah, tapi jika ada persoalan nantinya akan kita selesaikan dengan kepala sekolah,” jelasnya. (pin/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *