Dewan Pendidikan Kabupaten Pamekasan: Disdik tidak Seharusnya Menutup PTM di Zona Orange Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PENDIDIKAN: Proses pertemuan tatap muka (PTM) ditutup sementara oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Ditutupnya kembali pertemuan tatap muka (PTM), untuk sekolah di bawah pengawasan Dinas pendidikan (Disdik) Pamekasan cukup menuai kritik dari Dewan Pendidikan. Mereka menilai,  pelaksanaan PTM di zona orange masih diperbolehkan secara aturan.

Menurutnya, dalam pelaksanaan  PTM di semua tingkatan, bisa digelar sesuai protokol Covid-19 yang ketat. Sebab secara aturan, untuk pelaksanaannya bisa dilakukan. Sehingga, proses belajar mengajar bisa berlangsung sebagaimana mestinya.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya jika ada peristiwa di satuan pendidikan, dan menimbulkan klaster baru, zona orange dalam sebaran Covid-19, sebenarnya tidak harus ditutup, tetapi untuk satuan pendidikan yang bermasalah dengan terpapar Covid-19 itu yang ditutup mestinya,” ujar, Dewan Pendidikan Pamekasan, Sohebuddin, Selasa (15/12/2020).

Pihaknya menjelaskan, jika ada pertimbangan secara khusus untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 sah-sah saja. Terpenting, proses pendidikan secara esensi tidak stagnan. “Selain itu, saat moment selesainya ujian di setiap sekolah, jadi sekalian untuk kegiatan di ekstrakurikuler, seperti class meeting dan lainnya, bisa ditiadakan,” jelasnya.

Ditegaskan, untuk penutupan secara total  dalam pelaksanaan PTM, sesuai aturannya, jika penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut berwarna merah. Sehingga, untuk proses belajarnya bisa dilaksanakan secara daring dan luring. “Kalau masih orange enggak apa-apa melaksanakan PTM, kecuali kalau merah wajib ditutup,” tegasnya.

Dia berharap kepada semua pihak, untuk bisa menjaga diri agar tidak terkonfirmasi  Covid-19, dengan cara terus mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jarak,  mencuci tangan, menggunakan masker, utamanya dalam proses pembelajaran daring.

“Pemerintah harus betul-betul memperhatikan fasilitasnya,  untuk kegiatan belajar secara daring, sehingga siswa nanti tidak nganggur di rumah,”pungkasnya.

Sebelumnya, Disdik Pamekasan kembali menutup PTM yang sudah dibuka pada 23 September lalu. Penyebaran Covid-19, kembali memburuk penyebabnya. Penutupan itu, dilakukan selama 14 hari, atau sejak Rabu (15/12/2020).

Kadisdik Pamekasan, Akhmad Zaini mengatakan, keputusan itu diterapkan di semua sekolah di bawah wewenangnya. Untuk tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar negeri (SD) dan tingkat sekolah menengah pertama (SMP). “Mulai hari ini, Rabu (16/12/2020) semua lembaga pendidikan mulai tingkat TK, hingga SMP pembelajarannya ditutup semalam 14 hari,” tegasnya. (mam/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *