oleh

Dewan Pertanyakan Pungutan Pasar Bangkal

Kabarmadura.id/SUMENEP-Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep A Fajar Hari Ponto pertanyakan dugaan pungutan liar kepada para pedagang di pasar Bangkal. Pasalnya, pedagang yang berjualan di pasar Bangkal harus mengeluarkan Rp1.000 permeter dari luas lapak yang digunakan oleh pedagang.

Seandainya seorang pedagang mainan menggunakan lapak pasar seluas 10 meter, maka ia harus membayar uang sebesar Rp10 ribu per harinya. Pedagang juga dipungut biaya keamanan

Politisi Golkar itu mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tahu secara pasti untuk apa dan kepada siapa pungutan itu diberikan, namun yang pasti apabila para pedangang mengeluh terkait pungutan tersebut, dipersilakan datang langsung ke komisi II untuk mengutarakan keberatannya.

“Saya secara umum masih belum tahu pungutan-pungutan itu, masih belum jelas, perlu penjelasan yang lebih detail. Sebaiknya, kalau ada masalah seperti itu, memberatkan pedagang dan sebagainya itu, sebagian pedang itu nanti menghadaplah kepada komisi biar nanti ada pembedahan masalah,” ungkap Ponto, Selasa (9/4).

Ia menambahkan, para pedagang untuk segera datang ke komisinya agar permasalahannya cepat terselesaikan. Soalnya, menurut Ponto, pihaknya tidak bisa secara serta merta menyalahkan pihak ketiga dan sebagainya sebelum tahu secara detail pungutan tersebut.

Sebelumnya, salah satu pedangan di Bangkal asal Lenteng, sebut saja namanya Sidin (nama asli dirahasiakan, red) mengungkapkan bahwa kebanyakan yang harus mengeluarkan banyak uang untuk penarikan tersebut adalah di lapak pedangan mainan.

“Pedangan yang banyak mengeluarkan uang penarikan itu adalah yang ada di areal mainan karena lapaknya luas, bahkan ada pedagang yang harus mengeluarkan Rp60 ribu per hari karena masih ada uang keamanan dan lain-lain,” jelasnya. (mad/rei)

Komentar

News Feed