oleh

Dewan Sebut, Tunggakan Pelanggan Air Minum Rp10 Miliar M Dampak Manajemen Tidak Maksimal

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Tunggakan pembayaran langganan air minum di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Trunojoyo Kabupaten Sampang, mulai menuai respon tidak sedap dari para wakil rakyat. Mereka menilai, tunggakan terjadi akibat pengelolaan manajemen di perusahaan tersebut lemah. Hal tersebut diungkapkan, Anggota Komisi II DPRD Sampang, Agus Khusnul Yakin, Selasa (3/9/2021).

Menurutnya, perlu memaksimalkan manajemen di internal perusahaan tersebut. Sebab, tunggakan sebesar Rp10.559.269.893 tidak sedikit. Manajemen yang dimaksud, perlu adanya kedisiplinan para petugas yang menagih di lapangan. Sehingga, jika sudah deadline  pembayaran para pelanggan tidak lagi menunggak.

Bahkan, bila perlu menerapkan sanksi bagi pelanggan yang telat membayar tagihan air. Namun, sebelum menerapkan sanksi terlebih dulu melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Terutama, para pelanggan. “Ini kelalaian petugas di lapangan, kalau seandainya saat nunggak satu bulan langsung ditagih, mungkin tidak sampai sebanyak itu. Apalagi, ada yang nunggak sampai 50 bulan,” kesalnya.

Pihaknya menyarankan, agar Perumda Trunojoyo menerapkan sistem pembayaran secara kredit bagi masyarakat yang masih terlilit tunggakan. Sehingga, mereka tidak merasa terbebani biaya besar. Misalkan, membayar pokok tunggakan sebesar Rp100 ribu per bulan. Sehingga, lambat laun besaran tunggakan tersebut bisa terkurangi.

“Tentu pelayanan harus dimaksimalkan. Karena, salah satu indikator adanya tunggakan itu, akibat pelayanannya tidak maksimal. Kalau pembayaran tunggakan itu dibikinkan perjanjian lebih meringankan,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Langganan (Hublang) Perumda Trunojoyo Air Minum Sampang, Yazid Solihin mengaku, pembayaran tunggakan bisa dicicil. Bahkan, sudah ada MoU dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Hanya saja, para pelanggan masih enggan membayar tagihan setiap bulan.

“Jika para pelanggan tersebut tetap tidak mau membayar dengan cara mencicil, maka secara terpaksa akan dilakukan penutupan. Untuk dapat membuka kembali, harus melunasi terlebih dahulu. Memang boleh dengan cara mencicil, dan itu sudah ada kerja sama dengan Kejaksaan,” responnya singkat. (mal/ito)

Komentar

News Feed