Dewan Tekankan Pemanfaatan Pasar Margalela

  • Bagikan
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PROYEK: Hingga saat ini pengerjan proyek pembangunan di Pasar Margalela terus berproses

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Proyek pembangunan untuk penambahan fasilitas Pasar Margalela dipertanyakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang. Pasalnya, gedung megah yang dibangun dari tahun 2016 tersebut belum memberikan manfaat bagi masyarakat Sampang. Terbukti, hingga saat ini, gedung tersebut belum beroperasi sebagaimana kondisi pasar pada umumnya.

Anggota Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan menuturkan, bahwa dari segi fasilitas, gedung Pasar Margalela 2 tersebut sudah mencukupi, sehingga tidak butuh dibangun lagi. Namun, jika masih ada penambahan pembangunan yang lebih bagus, harus segera dimanfaatkan.

Bahkan berdasarkan hasil rapat evaluasi, Pasar Margalela 2 tersebut akan dijadikan pasar basah, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Kapan bangunan yang ada itu dimanfaatkan, apalagi sudah ada tambahan bangunan baru, itu buat apa, sedangkan gedung pasar tidak difungsikan,” ungkapnya, Selasa (8/12/2020).

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang Rozak menuturkan, pembangunan penambahan fasilitas tersebut untuk pedagang, karena fasilitas pasar belum memadai. Sehingga untuk melengkapinya, dalam realisasi program pembangunan ini meliputi pemasangan kanopi untuk los terbuka parkir, paving, kamar mandi, cuci, kakus (MCK), dan tandon. Termasuk pagar Pasar Margalela 2.

Adapun anggarannya bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2020. Dengan pagu anggaran sebesar Rp939,500 juta. Untuk Teknis pengerjaannya itu sebelumnya di lelang, dan pemenang tendernya adalah CV. Wahyu Jaya Sejahtera.

“Prasarananya dilengkapi dulu, nanti kita akan fungsikan gedung itu untuk pedagang. Sekarang sudah 80 persen,”imbuhnya.

Kendati demikian, pengerjaan tersebut kontraknya 60 hari, sehingga melewati dari waktu yang ditentukan tersebut akan diberikan sanksi.

“Tanggal 18 Desember ini harus selesai, karena waktu kontraknya 60 hari. Dan pengerjaannya dimulai tanggal 15 Oktober,” pungkasnya. (mal/mam)

Baca juga  BOS Madrasah Naik, Juknis Tidak Berubah
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan