oleh

Dewan Usulkan Pembangunan Akses Lingkar Barat

Kabarmadura.id/Pamekasan – Keinginan warga Desa Bettet, Kecamatan Kota Pamekasan untuk mensterilkan Jalan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Bettet dari kendaraan berat bermuatan material bangunan, mendapat respon positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail menerangkan, Jalan Ponpes Miftahul Ulum Bettet merupakan jalur pendidikan yang menyambungkan beberapa akses pendidikan ke sejumlah lembaga pendidikan.

Diakuinya, keberadaan Ponpes Miftahul Ulum Bettet terdapat ribuan santri serta mahaiswa yang kuliah di Universitas Islam Madura (UIM). Dikatakannya jika pihaknya mendapat pengaduan jika masyarakat sekitar maupun satri dan mahasiswa dibuat terganggu oleh lalu lalang kendaraan besar bermuatan material bangunan.

“Makanya ini, bagaimana ada jalur alternatif, ada jalur truk khusus yang itu memang khusus barang,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, kondisi jalan itu telah sampai pada masa perbaikan. Sebab, dengan jalan yang berlubang dan kapasitas jalan yang tergolong sempit, sehingga tidak layak sebagai akses jalur pendidikan.

Bahkan dia menginginkan, dalam pembangunannya perlu dilakukan pengaspalan agar kualitas jalan terjamin sehingga jalan tidak mudah rusak. Namun karena warga setempat menginginkan agar jalur kendaraan berat dialihkan, maka menurutnya hal itu bisa diwujudkan.

Bahkan menurutnya, sekalian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan membangun jalur lingkar barat untuk memudahkan pemindahan jalur. Seperti yang pernah terjadi di pada tempo dulu saat bus bebas masuk ke jalan kota.

“Kita mengusulkan ada jalan lingkar barat, yang itu memang untuk kegiatan truk-truk besar,” ucap pria yang diisukan akan menjadi kandidat calon bupati pamekasan periode mendatang itu.

Namun karena kebijakan pemerintah saat itu, dibangun akses lingkar timur sehingga bus memiliki jalur sendiri sehingga tidak mengganggu akses dan pengendara lain. Menurutnya, kondisi yang dialami warga Desa Bettet sama dengan hal itu.

Sekretaris Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIM Pamekasan Idrus, mengapresiasi dukungan yang disampaikan oleh Komisi III. Sebab menurutnya, hampir setiap tahun di jalan itu memakan korban jiwa.

Bahkan, keberadaan kendaraan berat yang melintas sangat mengancam keselamatan para santri, mahasiswa, dosen, siswa, guru dan warga setempat. Tidak jarang, lanjutnya, kecelakaan akibat kendaraan berat itu menimpa mahasiswa dan santri.

“Kami harap pemerintah tidak hanya bicara, namun dapat membuktikan ucapannya kepada masyarakat,” tegasnya, (ali/mam).

 

Komentar

News Feed