oleh

Dharma Wanita Persatuan DPMPTSP Pamekasan Belajar Akting

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Istri-istri pejabat dan pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan tergabung dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan DPMPTSP. Mereka, saat ini sedang getol untuk terlibat langsung mengkampanyekan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Sarana yang akan digunakan untuk sosialisasi film pendek. Pilihan tersebut, ternyata menyebabkan ibu-ibu tersebut harus belajar akting guna memenuhi kebutuhan pengambilan gambar. Sayangnya, tidak mudah mereka untuk tampil dengan baik, penyebabnya diantaranya gagap di hadapan kamera, demam panggung dan tidak percaya diri untuk menjadi bintang kamera.

Bukan ibu-ibu namanya jika tidak ada solusi.  Mereka, tidak segan untuk belajar serius dunia akting. Kebetulan, Mak Tapai atau Maliyeh, salah satu youtuber Madura berkenan menjadi pembimbing ibu-ibu tersebut.

“Kita kan mau bikin film sebagai sarana sosialisasi, kebetulan saat ibu-ibu anggota ditanyakan kesiapannya, mereka mau asal belajar akting dengan pembimbing. Keinginan untuk berpartisipasi dan belajar akting, yang menurut kami perlu diapresiasi dari ibu-ibu anggota,” ungkap ujar Yuli Paramita, perempuan yang pada film pendek berperan sebagai Ibu Darma

Beruntung bagi Ibu-ibu Dharma Wanita DPMPTSP, Maliyeh yang mengajari mereka cara berakting  terlihat total. Setiap adegan yang gagal diperankan, dilatih kembali sehingga para pemeran bisa mendalami karakter mereka sebaik mungkin, sebelum dilakukan pengambilan gambar

“Kami masih akan melakukan latihan kembali sebelum melakukan proses shooting,” ujarnya Maliyeh.

Berdasar penjelasan Maliyeh, film tersebut mengangkat cerita Ibu Darma dan Ibu Tejo.  Keduanya merupakan pemeran tritagonis dan antagonis. Ibu Tejo merupakan karakter yang sombong dan tidak mau diatur. Sementara Ibu Dharma merupakan karakter yang baik dan bijaksana.

Ibu Darma kerap berdebat dengan Ibu Tejo mengenai kewajiban mengikuti protokol kesehatan demi terhindar dari virus Covid-19. Ibu Tejo enggan mengikuti protokol kesehatan karena keras kepala dan sombong, sementara Ibu Darma tidak henti-hentinya menghimbaunya untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Dalam film tersebut ada lima orang ibu-ibu darmawanita yang berperan dengan berbagai karakter dan satu orang satpam. Mereka semua dilatih oleh Maliyeh. Harapan mereka agar masyarakat Kabupaten Pamekasan teredukasi untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan dengan cara berbeda.

“Mungkin dengan masyarakat akan disiplin mengikuti protokol kesehatan,” ujar Yuli Paramita pemeran Ibu Darma. (ali/bri)

Komentar

News Feed